Semua Tari Mempunyai Tema, tetapi Tidak Semua Tema Bisa Bercerita
- 06 Okt 2026 14:07 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Tari yospan atau yosim pancar, merupakan tarian pergaulan khas Papua yang menjadi bagian penting seni dan budaya Papua. Tarian ini tidak hanya ditampilkan dalam berbagai perlombaan, tetapi juga menjadi bagian penyambutan tamu dan pelaksanaan acara adat.
Menurut pelatih tari yospan sekaligus pemilik salah satu sanggar seni di Kota Jayapura, Theo Yepese, tarian memiliki keistimewaan. Menurutnya, tari yospan dapat ditarikan di berbagai tempat, menghimpun banyak orang, sekaligus menjadi sarana menjalin pertemanan. “Tapi perlu diingat bahwa tari yospan itu, tarian pergaulan, bukan percintaan," ujarnya beberapa waktu lalu.
Menurut Theo Yepese, tari yospan di luar lomba dapat ditarikan menggunakan busana apapun. Tetapi saat lomba, penari wajib mengenakan busana khas dan properti bermakna, serta mengikuti irama lagu yospan yang energik.
"Itu dulunya dia bendiri sendiri-sendiri. Tetapi untuk maksud pembakuan menjadi tari tingkat nasional, maka dibuatlah pembakuan yg menghasilkan beberapa ragam. Ada enam jenis gerak dasar, yakni yosim, seka, pacul tiga, gale-gale, jef, dan pancar. Yospan itu dia punya basic pada daerah Jayapura. Sementara jef, pancar dan pacul tiga ada pada daerah Biak, dan seka dari wilayah selatan. Sehingga untuk mempersatukan gerakan tersebut, maka dibuatlah pembakuan tahun 1989 menjadi tari pergaulan yospan," katanya.
Theo Yepese mengatakan, tari yospan sejak dahulu hingga kini tidak mengalami perubahan dan tetap berpijak pada gerakan dibakukan. Perbedaannya, ajang lomba memberi ruang kreativitas melalui busana, tata rias, penguasaan panggung, dan variasi gerak yang memukau penonton.
“Semua tari itu mempunyai tema, tetapi tidak semua tema bisa bercerita. Jangan membuat yospan menjadi dramatisasi," ucapnya sekaligus memberikan penegasaan saat obrolan Budaya RRI Jayapura.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....