Mengenal Sosok Jefri Nendissa dalam Memajukan Seni Budaya Papua

  • 20 Sep 2026 10:59 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Jefri, sapaan akrabnya, lahir di Jayapura pada 2 Maret 1975, dari pasangan O. Nendissa dan T. Numberi. Jefri memiliki darah Ambon-Papua dan Serui, serta lahir besar hingga menempuh pendidikan TK sampai SLTA di Jayapura.

Latar belakang orang tuanya yang memiliki jiwa seni, turut memengaruhi bakat Jefri dalam berkesenian sejak masa remaja. Setelah tamat SMA Negeri 1 Jayapura, Jefri melanjutkan pendidikan di Institut Kesenian Jakarta, jurusan Teater Seni Pertunjukan, tahun 1994.

Pengalaman berkesenian, turut menempa Jefri ketika bergabung dengan Sena Didi Mime melalui berbagai pentas keliling di sejumlah daerah. Selain tampil dalam berbagai pertunjukan teater, Jefri juga berkiprah sebagai event organizer dalam berbagai kegiatan seni dan budaya.

Jefri kini menjadi dosen bidang seni pertunjukan di ISBI Tanah Papua, sekaligus salah satu pelopor berdirinya lembaga tersebut. Jefri juga terlibat dalam berbagai konser, termasuk F4, Iwan Fals, pentas Istana Negara, serta sejumlah kegiatan seni Jakarta.

Di dunia periklanan dan perfilman, Jefri menghasilkan berbagai karya yang dinikmati masyarakat Papua maupun berbagai kota besar Indonesia. Karyanya meliputi Nug Nug Wan, War Frami, Mambo Simbo, dan Negeri Cenderawasih yang dipentaskan dalam berbagai festival seni.

Jefri Nendissa, saat berfoto bersama tim tari Asmat Papua. (Foto: Jefri N).

Jefri juga aktif menciptakan karya tari kolosal, termasuk melibatkan 200 penari pada Perang Bintang Persipura di Mandala Jayapura. Karya lainnya mencakup tarian kolosal 140 penari pada pembukaan SLI di Mandala, serta pertunjukan kolosal lainnya di Papua.

Sebagai dosen seni budaya, Jefri menyelenggarakan pelatihan dan workshop serta menjadi pembicara dalam berbagai kegiatan seni budaya Papua. Pada periode 2015 hingga 2018, ia aktif membahas pengembangan budaya, khususnya seni, melalui berbagai kegiatan dan forum budaya.

Jefri juga aktif menjadi juri festival seni, seleksi talenta, serta pemilihan perwakilan Papua menuju tingkat nasional dan internasional. Pengalaman tersebut memperkuat kontribusinya dalam pengembangan seni budaya sekaligus membuka ruang bagi talenta Papua untuk berkembang lebih luas.

“Karya-karya saya, bukan hanya di dunia pentas seni, tapi saya juga merambah ke dunia perfilman. Ada beberapa karya saya, di antaranya Catatan Paskah produksi Honai Art, termasuk drama-drama gereja dan pentas-pentas. Diundang bukan hanya di Jayapura tetapi juga ke Jakarta. Ada beberapa film yang saya juga terjun langsung sebagai pemain. Seperti film Epen Cupen tahun 2015, Raja Mob tahun 2016, dan Epen Cupen serial Global TV," kata Jefri.

Bakat dan talenta Jefri tersebut diwarisi dari orang tuanya, yang turut mendirikan sanggar seni di Papua. Ia berkolaborasi dalam beberapa pentas virtual bersama Gilang Ramadhan, serta seniman alumni IKJ dan seniman Papua ternama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....