Seribu Artefak Papua Dipulangkan ke Museum Uncen
- 07 Agt 2026 17:14 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Sebanyak 1.000 artefak budaya Papua, 20 ribu lembar foto, dan lebih dari 100 rekaman suara dipulangkan ke Papua dan diserahkan kepada Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih (Uncen), Kamis 6 Agustus 2026. Koleksi tersebut merupakan arsip pribadi peneliti asal Amerika Serikat, O.W. (Bud) Hampton, yang dikumpulkan saat melakukan penelitian di wilayah pegunungan Papua pada 1977–1999.
Kepala sekaligus Kurator Museum Loka Budaya Uncen, Enrico Yory Kondologit, mengatakan repatriasi tersebut menjadi yang pertama dilakukan secara mandiri dengan skema state-to-community, yakni dari lembaga luar negeri langsung kepada komunitas lokal di Papua.
"Prosesnya memakan waktu tiga tahun tujuh bulan. Bukan karena kita tidak mampu, tetapi karena administrasi antarnegara sangat rumit. Ini menjadi pengalaman pertama bagi kami melakukan repatriasi secara mandiri," ujar Enrico.
Menurutnya, sekitar 90 persen koleksi yang dipulangkan berasal dari wilayah Lapago dan Meepago. Keberhasilan repatriasi ini diharapkan menjadi model bagi upaya pemulangan benda budaya Papua lainnya yang masih berada di luar negeri.
Enrico mengungkapkan, berdasarkan pendataan, sekitar 50 ribu hingga 57 ribu artefak Papua masih tersebar di berbagai museum dan kolektor dunia. Selain itu, terdapat lebih dari 2.500 sampel kerangka manusia asal Papua yang dibawa ke luar negeri untuk kepentingan penelitian.
Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas Cenderawasih, Ferdinand Risamasu, menyambut baik pemulangan koleksi tersebut. Ia menuturkan, keberadaan artefak di Museum Loka Budaya Uncen akan memperkaya koleksi museum sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan generasi muda untuk mengenal sejarah serta warisan budaya Papua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....