Tranformasi Coret Baju Lulusan Jadi Baju Adat

  • 11 Mei 2026 18:33 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Tradisi corat-coret seragam sekolah saat pengumuman kelulusan, kini mulai memudar dan bertranformasi menjadi pesona baju adat . Fenomena perayaan kelulusan yang identik dengan vandalisme tersebut, kini bertransformasi menjadi sebuah ajang pelestarian budaya nusantara yang indah.

Pihak sekolah mulai mewajibkan penggunaan baju adat daerah, guna membangun karakter siswa agar lebih menghargai identitas bangsa sendiri. Kebijakan positif tersebut, berhasil menekan aksi konvoi kendaraan di jalan raya yang sering membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

Ilustrasi tradisi siswa-siswi SMA, saat usai mendengar hasil kelulusan, kebiasaan mencorat-coret baju seragam. (Foto: Dihasilkan oleh AI).

Siswa kini merasa jauh lebih bangga, ketika berfoto menggunakan kebaya atau kain tradisional yang merepresentasikan kekayaan daerah masing-masing. Aura keanggunan terpancar, saat mereka merayakan momen bersejarah tersebut tanpa harus merusak pakaian sekolah yang penuh dengan kenangan.

Orang tua juga menyambut baik perubahan tradisi ini karena dianggap lebih bermanfaat dan memberikan nilai estetika yang tinggi. Biaya menyewa baju adat, dirasa lebih sebanding dengan kenangan foto kelulusan yang tampak sangat elegan dan penuh wibawa.

Melansir tren pendidikan nasional, lingkungan sekolah menengah Indonesia kini semakin tertib dalam merayakan pencapaian akademik para pelajar. Nilai kesantunan kembali dijunjung tinggi, melalui penggunaan busana yang mencerminkan martabat pelajar setelah menyelesaikan masa pendidikan sekolah.

Penggunaan pakaian adat di lingkungan sekolah, diharapkan terus berlanjut sehingga generasi muda semakin mencintai warisan budaya leluhur bangsa. Keindahan keragaman budaya Indonesia dapat tetap terjaga, melalui langkah sederhana yang dimulai dari lingkungan sekolah di seluruh nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....