Hoaks Tak Kenal Lelah, Indonesia Butuh Lawan yang Tangguh

  • 30 Apr 2026 15:35 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Sepanjang tahun 2024, Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat 1.923 konten hoaks beredar bebas di ruang digital Indonesia. Angka itu bukan puncak gunung es, melainkan sebagian kecil yang terdeteksi, sementara ribuan lainnya lolos tanpa tersentuh.

Hoaks tumbuh subur bukan karena kebodohan, melainkan karena jari lebih cepat bergerak daripada akal untuk memeriksa kebenaran. Jurnal PUBLISTIK Riset Jurnalistik dan Komunikasi Media 2025, menemukan filter bubble mempersempit pandangan sehingga hoaks terasa sebagai kebenaran.

Kategori penipuan mendominasi daftar hoaks Komdigi sepanjang 2024 dengan 890 konten, disusul hoaks politik pemerintahan dan kesehatan. Di Facebook, Instagram, TikTok hingga WhatsApp, berita bohong beredar cepat sehingga klarifikasi sering terlambat menjangkau masyarakat luas.

Masalah utama bukan akses internet, karena konektivitas Indonesia sudah menjangkau ratusan juta warga dari Sabang sampai Merauke. MERDEKA Jurnal Ilmiah Multidisiplin 2025, menegaskan akar masalah pada lemahnya verifikasi serta budaya berpikir kritis sebelum membagikan informasi.

Pemerintah melalui program Indonesia Makin Cakap Digital, menargetkan 50 juta warga di 514 kabupaten kota dengan pelatihan. Program ini mencakup empat pilar, yaitu kecakapan etika keamanan dan budaya digital yang bertanggung jawab bagi masyarakat.

Perang melawan hoaks, kembali pada keputusan pribadi untuk berhenti sejenak sebelum menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Selama jempol lebih cepat dari pikiran dan berbagi lebih memuaskan daripada memeriksa, hoaks akan terus beredar luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....