Orang Indonesia, Tiga Jam Sehari di Tujuh Platform Sekaligus

  • 29 Apr 2026 10:52 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Bayangkan seseorang menonton YouTube, membuka TikTok, lalu membalas pesan di WhatsApp tanpa merasa ada yang salah sama sekali. Itulah potret sehari-hari jutaan orang Indonesia yang kini hidup di beberapa layar sekaligus tanpa jeda berarti.

Laporan Digital 2026: Indonesia yang dirilis We Are Social dan Meltwater pada November 2025, mencatat sebuah fakta. Rata-rata orang Indonesia aktif menggunakan 7,7 platform media sosial setiap bulannya secara bersamaan.

Total waktu yang dihabiskan mencapai 21 jam 50 menit per minggu, lebih dari tiga jam setiap hari. Temuan ini menjadikan Indonesia, salah satu bangsa paling intens berinteraksi dengan layar digital di seluruh dunia.

Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) juga menunjukkan angka yang mengejutkan. Survei yang melibatkan 8.700 responden dari 38 provinsi sepanjang April hingga Juli 2025 menemukan hasil mencengangkan.

Jumlah pengguna internet Indonesia telah menembus 229,4 juta jiwa dengan tingkat penetrasi 80,66 persen. Artinya, delapan dari sepuluh orang Indonesia kini hidup dengan koneksi internet yang selalu aktif di genggaman mereka.

Di antara semua platform yang ramai dikunjungi, TikTok dan WhatsApp bertarung ketat memperebutkan posisi teratas. Berdasarkan DataReportal, TikTok menempati indeks tertinggi dengan nilai 100, durasi penggunaannya rata-rata 1 jam 53 menit per hari. Sementara YouTube bertahan sebagai 'televisi nasional' baru dengan rata-rata durasi menonton 16 menit 49 detik setiap sesi.

Yang paling mencolok dari fenomena multi-platform ini bukan sekadar soal angka waktu yang dihabiskan. Melainkan soal bagaimana perilaku mencari informasi dan berbelanja ikut berubah total.

Mengutip Digital 2026, diketahui tiga dari lima pengguna internet Indonesia memakai media sosial sebagai riset produk. Fenomena ini menjadikan platform sosial bukan sekadar ruang bersosialisasi, melainkan juga pasar niaga yang nyata bagi masyarakat modern.

Di balik angka tersebut, muncul pertanyaan penting terkait kualitas kehidupan bangsa di masa depan yang perlu direnungkan bersama.

Masyarakat Indonesia perlu bijak digital, karena kecakapan tanpa kebijaksanaan berisiko melahirkan generasi sibuk namun kehilangan arah hidup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....