Media Sosial Mengubah Cara Remaja Memandang Budayanya Sendiri

  • 29 Apr 2026 10:07 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Cara remaja Indonesia mengenal diri sebagai bagian bangsa, kini berubah seiring perkembangan teknologi digital yang sangat pesat. Layar ponsel menjadi cermin pertama untuk memahami identitas diri, asal-usul, serta budaya yang mereka miliki saat ini.

Fenomena tersebut menyentuh aspek mendalam dalam pembentukan jati diri individu yang sedang tumbuh dan berkembang saat ini. Kajian Socius Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, menyebut media sosial ruang eksplorasi identitas remaja modern.

Namun, ruang eksplorasi itu tidak selalu mempertemukan remaja dengan cerminan budaya sendiri yang sebenarnya secara utuh.

Penelitian DINASTI Jurnal Sosial dan Budaya, menunjukkan dilema antara nilai lokal dan tren global.

Dilema tersebut, terbentuk perlahan melalui algoritma yang menyajikan konten budaya asing kepada pengguna setiap hari tanpa henti.

Riset Maliki Interdisciplinary Journal, menegaskan media sosial mengaburkan nilai lokal tanpa literasi digital memadai.

Kondisi ini menciptakan ironi besar bagi keberlangsungan budaya Indonesia, di tengah perkembangan era digital yang terus berlangsung. Kajian Interaction Communication Studies Journal, mencatat homogenisasi budaya akibat pengaruh tren media sosial seragam.

Namun, media sosial juga memiliki potensi positif dalam memperkuat ekspresi diri dan membangun komunitas budaya yang inklusif.

Penelitian Global Research and Innovation Journal, menemukan media sosial membantu pelestarian tradisi melalui keterampilan digital remaja.

Kunci utama terletak pada pemahaman identitas lokal yang kuat, sebagai dasar menghadapi arus budaya global modern saat ini. Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, menegaskan remaja beridentitas kuat, mampu bertahan tanpa kehilangan jati diri di tengah globalisasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....