Idulfitri sejak 624 Masehi, Simbol Kembali Suci

  • 20 Mar 2026 05:50 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID,Jayapura – Melansir https://ntt.kemenag.go.id/, perayaan Idulfitri pertama kali dilaksanakan saat kemenangan Perang Badar tahun 624 Masehi atau tahun kedua Hijriah. Rasulullah dan para sahabat merayakan kemenangan nan suci ini, dengan penuh rasa syukur serta kegembiraan.

Peristiwa monumental ini terjadi pada tahun kedua Hijriah setelah umat Muslim menyelesaikan kewajiban ibadah puasa bulan Ramadan. Sejak saat itulah, tradisi merayakan hari kemenangan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas seluruh umat Islam.

Nabi Muhammad kemudian menetapkan dua hari raya besar bagi umatnya sebagai pengganti tradisi perayaan kaum jahiliyah dahulu. Idulfitri menjadi simbol kembalinya manusia kepada fitrah yang suci, setelah sebulan penuh berjuang melawan segala hawa nafsu.

Bersumber Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam dan Sejarah Kebudayaan Islam, saat itu Lebaran dengan salat berjamaah di lapangan terbuka. Suasana kebersamaan sesama Muslim sangat kental terasa meskipun kondisi ekonomi saat itu masih sangat terbatas sekali.

Kini Idulfitri telah berkembang menjadi tradisi global yang dirayakan dengan berbagai macam adat istiadat di seluruh dunia. Nilai utama yang tetap dijaga, adalah saling memaafkan dan memperkuat tali persaudaraan antarsesama manusia secara tulus.

Tradisi ini terus lestari selama berabad-abad sebagai pengingat akan pentingnya ketaatan dan kasih sayang terhadap sesama makhluk. Semoga semangat Idulfitri selalu membawa kedamaian bagi seluruh umat manusia di penjuru bumi yang sangat luas ini.

Momen bermakna suci sebagai sarana menyambung tali silaturahmi dan komunikasi. Karena hakikinya, Idu fitri bukan soal baju baru, mudik dan menyantap ketupat. Sejatinya sebagai sarana berbagi kebahagiaan dan peningkatan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....