Fakta Unik Bentuk Lengkungan Pelangi dan Sifat Cahaya yang Dibiaskan
- 05 Okt 2026 06:00 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Pelangi merupakan fenomena optik alam yang menarik dan memiliki penjelasan ilmiah berkaitan dengan sifat dasar cahaya matahari. Fenomena tersebut terbentuk melalui tiga proses utama, yaitu pembiasan, pemantulan, dan penguraian cahaya ketika melewati butiran air.
Melansir Tirto.id, pelangi merupakan gejala optik dan meteorologi yang terjadi ketika cahaya matahari berinteraksi dengan titik air hujan. Cahaya matahari yang tampak putih sebenarnya terdiri atas berbagai warna dengan panjang gelombang berbeda, seperti merah hingga ungu.
Fenomena pelangi membuktikan, bahwa cahaya putih matahari tersusun atas berbagai spektrum warna dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Terbentuknya pelangi membutuhkan dua komponen utama, yaitu cahaya matahari dan butiran air di atmosfer setelah hujan turun.
Ketika cahaya matahari mengenai butiran air, cahaya masuk dan mengalami pembiasan karena perbedaan kerapatan udara serta air. Perubahan kecepatan cahaya tersebut, menyebabkan arah rambat cahaya membelok ketika memasuki butiran air hujan yang tersedia.
Setelah mengalami pembiasan, cahaya bergerak menuju bagian belakang butiran air dan kemudian dipantulkan kembali menuju bagian depan. Pemantulan tersebut membuat cahaya bergerak kembali melalui butiran air, sebelum akhirnya keluar menuju udara di sekitarnya.
Saat cahaya keluar dari butiran air, cahaya kembali mengalami pembiasan sekaligus penguraian menjadi berbagai warna penyusun pelangi. Perbedaan sudut pembiasan setiap panjang gelombang menyebabkan warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu terlihat.
Meskipun butiran air berbentuk bulat dan tersebar secara acak, pelangi biasanya terlihat sebagai lengkungan busur melingkar indah. Bentuk tersebut terjadi, karena jutaan butiran air membiaskan cahaya menuju mata pengamat dari sudut tertentu secara bersamaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....