Peluang Emas Budidaya Jagung Perkasa yang Menjanjikan

  • 10 Sep 2026 05:24 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Aipda Yoyong Kuncoro, aktif mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto melalui budidaya jagung Varietas Perkasa. Langkah nyata Kanit Binmas Polsek Nimbokrang ini, menjadi dorongan semangat bagi para petani di wilayahnya.

Yoku, panggilan akrabnya menceritakan inisiatif tersebut berawal dari motivasi pribadi untuk menggerakkan potensi sektor pertanian masyarakat desa. Meskipun belajar bercocok tanam secara otodidak, ia berhasil mengelola lahan tanpa menghadapi hambatan yang berarti.

Keberhasilan proyek ini terbukti saat panen kuartal kedua berhasil menyalurkan empat ton jagung ke Bulog. Hasil panen berkualitas tinggi tersebut, dibeli dengan harga resmi Rp6.400.

Proses penanaman membutuhkan waktu tiga bulan sepuluh hari, mulai dari persiapan lahan hingga masa pemanenan. Perawatan rutin dilakukan melalui pemupukan berkala, serta penyemprotan hama agar tanaman tumbuh dengan sangat optimal.

Dengan proses awal siapkan lahan,penanaman dengan memasukkan benih-benih jagung ke satu lubang dengan jarak sepuluh sentimeter. Perawatan dan pemeliharaan setelah benih ditanam dengan peyemprotan hama dilakukan dua kali sehari. Setelah tanaman berusia satu hingga dua bulan, dilakukan pemupukan. setelah tiga bulan pemanenan dilakukan di semua lahan yang ditanami tanpa tersisa.

Tampak hamparan tanaman jagung Varietas Perkasa tumbuh subur dan hijau di Kampung Nimbokrang Kabupaten Jayapura, yang dikelola Aipda Yoyong Kuncorodan siap dipanen dua bulan ke depan. (Foto : RRI/Ida).

Jagung Perkasa, sesuai namanya, tetap bisa tumbuh subur meski kualitas tanah mengalami kekeringan karena curah hujan. Yakni dengan pemupukan dan perawatan tanaman yang rajin. Papua dengan cuaca ekstrem ketika malam berembun, bisa menyiram tanaman secara alami.

Varietas Perkasa sangat cocok dijadikan pakan ternak, setelah melalui proses pengeringan dan pemipilan biji jagung. Biji kering tersebut, kemudian dikemas ke dalam karung untuk didistribusikan langsung kepada pihak pembeli resmi.

Hasil panen jagung menjanjikan omzet hingga 35 juta rupiah pada setiap periode tiga bulan. Keuntungan finansial ini, menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi kelompok tani.

Aipda Yoyong, selalu merawat tanaman di luar jam dinas tanpa mengabaikan tugas utamanya sebagai abdi negara. Dedikasi tinggi ini, membagi waktu secara seimbang antara kewajiban kepolisian dan pembinaan para petani lokal.

Ia berharap seluruh lahan tidur dapat dimanfaatkan secara maksimal, demi meningkatkan taraf hidup masyarakat luas. Penggunaan modal swadaya masyarakat, diharapkan mendapat dukungan sarana alat modern dari pemerintah pada masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....