Clinomania, ketika Keinginan Berlama-lama di Tempat Tidur Terasa Sangat Kuat

  • 22 Agt 2026 05:27 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Melansir Sleep Foundation, clinomania menggambarkan dorongan kuat untuk tetap berada di tempat tidur, meskipun kebutuhan tidur sudah terpenuhi. Keinginan tersebut berbeda dari sekadar menikmati waktu bersantai, karena dapat membuat seseorang sulit memulai aktivitas harian secara normal.

Clinomania berasal dari kata Yunani, kline yang berarti tempat tidur, sedangkan mania merujuk pada obsesi atau kegilaan tertentu. Karena istilah tersebut populer digunakan secara umum, maknanya perlu dipahami hati-hati agar tidak dianggap sebagai diagnosis medis resmi.

Seseorang dengan kecenderungan clinomania dapat merasa sangat sulit meninggalkan kasur, bahkan ketika tubuhnya tidak lagi membutuhkan waktu tidur. Kondisi tersebut berbeda dengan rasa malas biasa, karena keinginan tetap berbaring dapat menghambat pekerjaan, sekolah, dan aktivitas sosial.

Namun, seseorang yang senang berlama-lama di kasur tidak otomatis mengalami clinomania karena penyebabnya bisa sangat beragam pada orang. Kurang tidur, kualitas tidur buruk, stres, gangguan kesehatan, atau masalah suasana hati dapat membuat seseorang ingin beristirahat lama.

Rasa ingin terus berada di tempat tidur, perlu dibedakan dari kebutuhan istirahat setelah aktivitas berat atau kurang tidur. Karena itu, kebiasaan tersebut sebaiknya diperhatikan, terutama apabila berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu rutinitas atau tanggung jawab harian.

Menjaga jadwal tidur teratur, memperoleh cahaya pagi, serta melakukan aktivitas fisik dapat membantu membangun pola tidur yang sehat. Selain itu, membuat target aktivitas sederhana setelah bangun, dapat membantu seseorang perlahan meninggalkan tempat tidur dan memulai rutinitas.

Jika kesulitan bangun berlangsung lama atau disertai keluhan lain, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menemukan penyebab sebenarnya. Tenaga kesehatan dapat mengevaluasi pola tidur, kondisi fisik, suasana hati, serta faktor lain yang mungkin memengaruhi kebiasaan tersebut.

Pemahaman yang tepat, membantu seseorang menghindari kebiasaan melabeli diri sendiri hanya berdasarkan informasi kesehatan yang beredar di media. Jika kebiasaan menetap dan mengganggu kehidupan sehari-hari, pemeriksaan profesional diperlukan untuk menilai faktor penyebab secara menyeluruh dengan tepat.

Pada akhirnya, clinomania lebih tepat dipahami sebagai istilah yang menggambarkan perilaku, bukan diagnosis medis yang dapat ditegakkan sendiri. Mengenali perubahan kebiasaan sejak awal dapat membantu seseorang mengambil langkah tepat untuk menjaga kesehatan, produktivitas, dan keseimbangan hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....