Ancaman Kebisingan bagi Ekosistem hingga Psikologis Manusia
- 26 Jul 2026 22:01 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Melansir Biology Letters, kebisingan lingkungan mengganggu perilaku alami satwa liar di berbagai belahan dunia secara signifikan. Gangguan suara tersebut, merusak sistem komunikasi antarhewan, sehingga memengaruhi kemampuan mereka bertahan hidup serta berkembang biak secara alami.
Burung, terpaksa mengubah frekuensi kicauannya agar tetap terdengar oleh pasangan di habitat alami yang semakin bising setiap hari.
Melansir Science Daily, perubahan komunikasi tersebut menurunkan tingkat keberhasilan reproduksi berbagai spesies burung secara signifikan di alam.
| Baca juga: Fakta Tanaman Pesisir |
Selain mengganggu burung, kebisingan aktivitas manusia juga menyebabkan disorientasi pada berbagai biota laut yang sangat sensitif terhadap suara. Melansir Nature Communication, paus dan mamalia laut kehilangan arah akibat paparan sonar kapal komersial yang terus meningkat.
Polusi suara tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga merusak keseimbangan rantai makanan dalam berbagai ekosistem alami di dunia. Pembangunan tanpa memperhatikan lingkungan, meningkatkan ancaman kepunahan predator lokal akibat kebisingan yang terus berlangsung dalam jangka panjang.
Kerusakan ekosistem, pada akhirnya merugikan keberlangsungan hidup manusia yang bergantung pada keseimbangan alam.
Melansir Acourete, paparan kebisingan dapat mengganggu kondisi psikologis, menurunkan konsentrasi, serta mengurangi energi seseorang dalam beraktivitas sehari-hari.
Paparan kebisingan berkepanjangan, juga menurunkan kualitas tidur, suasana hati, serta kinerja seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, tingkat kebisingan ruang tidur sebaiknya tidak melebihi 30 desibel setiap malam demi kesehatan.
Pelemahan pendengaran akibat kebisingan, menjadi salah satu faktor risiko munculnya penyakit kardiovaskular pada masyarakat.
Kebisingan dapat mengaktifkan hormon dan sistem saraf, sehingga meningkatkan tekanan darah serta denyut jantung secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....