Pahami Masyarakat Indonesia Membangun Pemukiman di Atas Air

  • 18 Jul 2026 02:20 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Keberadaan permukiman di atas air di Indonesia bukan sekadar alternatif hunian, melainkan adaptasi budaya masyarakat bahari selama berabad-abad. Memahami filosofi kehidupan masyarakat tersebut penting, agar kebijakan pembangunan pemerintah tidak menghilangkan akar budaya lokal yang telah diwariskan.

Melansir Indonesia Travel, kampung di atas air mencerminkan kehidupan masyarakat yang sangat bergantung pada laut sebagai sumber penghidupan. Mengunjungi kampung di atas air, menghadirkan pengalaman budaya berbeda sekaligus memperlihatkan kemampuan manusia beradaptasi dengan lingkungan perairan.

Suku Bajo, Banjar, dan Sentani membangun rumah di atas air sebagai bentuk kecerdasan ekologis mendukung kehidupan masyarakat bahari. Hunian tersebut memudahkan masyarakat mengakses laut maupun sungai, sebagai sumber mata pencaharian utama keluarga setiap harinya secara berkelanjutan.

Permukiman di atas air, memiliki struktur sosial serta arsitektur adaptif menghadapi pasang surut laut secara alami. Relokasi ke daratan sering memutus akses ekonomi masyarakat karena hubungan mereka dengan laut sangat menentukan keberlangsungan kehidupan sehari-hari.

Permukiman di atas air menghadapi tantangan modern berupa sanitasi, limbah, legalitas lahan, serta keterbatasan akses fasilitas publik. Pemerintah perlu menghadirkan solusi berkelanjutan, agar pelestarian budaya berjalan seiring peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir dan perairan Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....