Pendidikan Pranikah: Memutus Siklus KDRT

  • 30 Jun 2026 04:06 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Melansir data terbaru Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pendidikan pranikah berperan penting membangun pemahaman mendalam tentang pernikahan. Melalui pembekalan tersebut, calon pasangan mampu mendeteksi potensi perilaku kekerasan sejak dini sehingga membangun keluarga yang harmonis bersama.

Bimbingan tersebut juga secara efektif mengajarkan metode komunikasi yang sehat, untuk menyelesaikan setiap konflik rumah tangga tanpa kekerasan. Langkah preventif ini, dinilai mampu memutus mata rantai Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang sering kali diturunkan antargenerasi.

Banyak pakar psikologi menegaskan, bahwa kesiapan mental jauh lebih penting daripada sekadar mempersiapkan pesta pernikahan yang mewah. Oleh karena itu, pembekalan psikologis harus dijadikan syarat wajib yang konsisten bagi seluruh calon pengantin di Indonesia.

Angka kasus kekerasan domestik, masih terus menunjukkan tren yang cukup memprihatinkan di berbagai wilayah. Guna menekan angka tersebut, pemerintah bersama lembaga terkait gencar mengoptimalkan program bimbingan perkawinan secara masif dan terstruktur.

Melalui penguatan pendidikan pranikah dan bimbingan perkawinan, diharapkan setiap pasangan mampu membangun keluarga yang harmonis serta saling menghargai. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan angka kekerasan dalam rumah tangga, sekaligus menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....