BRI dan Kemendukbangga Perkuat Kolaborasi Cegah Stunting di Papua

  • 27 Jun 2026 01:55 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Upaya percepatan penurunan stunting di Papua terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. PT Bank Rakyat Indonesia bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga memperluas intervensi bagi keluarga berisiko stunting Papua.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan penanganan stunting membutuhkan kolaborasi semua pihak. Menurutnya, pemerintah, dunia usaha, media, akademisi, pemerintah daerah, serta masyarakat memiliki peran penting mempercepat penurunan stunting nasional.

"Kami mengajak semakin banyak BUMN, BUMD, dan masyarakat bergotong royong membantu keluarga berisiko stunting. Melalui kolaborasi bersama BKKBN," ujarnya saat kegiatan di Jayapura, Jumat (26 Juni 2026).

Menurut Isyana, intervensi paling efektif dilakukan selama 1000 hari pertama kehidupan hingga anak mencapai usia dua tahun penuh. Pemenuhan gizi, ASI eksklusif, makanan pendamping, kesehatan ibu hamil, sanitasi, serta air bersih menjadi fokus utama pencegahan stunting.

Papua menunjukkan tren penurunan prevalensi stunting, namun angkanya masih termasuk tertinggi dibandingkan provinsi lain secara nasional hingga kini. Karena itu, pendekatan kolaboratif diperluas melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, menggunakan data keluarga berisiko BKKBN nasional.

Regional CEO BRI Regional Office Papua, Fahmi Rahendas, mengatakan dukungan perusahaan merupakan tanggung jawab sosial mendukung prioritas pembangunan kesehatan. BRI memfokuskan bantuan pada perbaikan sanitasi, akses air bersih, pemenuhan nutrisi, serta edukasi

"Kami fokus pada tiga aspek, yakni perbaikan sanitasi dan akses air bersih, pemenuhan nutrisi, serta edukasi kepada masyarakat. Selain itu, BRI juga menjadi orang tua asuh bagi 50 kepala keluarga di Papua," katanya.

Fahmi menambahkan, program tersebut dilaksanakan di Jayapura dan Merauke melalui kerja sama dengan BKKBN. Edukasi kepada keluarga dinilai penting agar masyarakat memahami faktor penyebab stunting. langkah-langkah pencegahannya harus dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Sinergi pemerintah dan sektor swasta yang dilakukan, diharapkan tidak hanya mampu menekan angka stunting di Papua. Tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan keluarga secara berkelanjutan, sebagai upaya mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan produktif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....