Mengenal Botol Termos dan Tumbler Mengontrol Aliran Panas
- 14 Jun 2026 19:30 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura -Di tengah mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, penggunaan termos dan tumbler telah menjadi bagian penting gaya hidup modern. Kedua wadah ini, dirancang menggunakan teknologi insulasi untuk menjaga suhu minuman tetap stabil dalam waktu lama.
Melansir Thermos Indonesia, lapisan dalam termos memiliki fungsi penting dalam menghambat perpindahan panas secara efektif. Teknologi tersebut, membantu menjaga minuman panas tetap hangat dan minuman dingin tetap sejuk lebih lama.
Komponen utama yang membuat termos dan tumbler efektif, adalah teknologi dinding ganda dengan ruang vakum khusus. Secara ilmiah, panas berpindah melalui konduksi, konveksi, dan radiasi yang memengaruhi perubahan suhu suatu benda.
Ruang vakum di antara dinding, berfungsi menghambat konduksi dan konveksi karena tidak terdapat partikel udara. Selain itu, lapisan reflektif bagian dalam memantulkan energi panas sehingga suhu minuman lebih terjaga lama.
Meskipun sering dianggap sama, termos dan tumbler memiliki fungsi berbeda sesuai kebutuhan penggunaan sehari-hari masyarakat. Botol termos, biasanya menggunakan penutup rapat sehingga mampu mempertahankan suhu panas atau dingin lebih lama.
Daya tahan suhu pada termos, tergolong sangat tinggi karena dapat menjaga temperatur hingga dua puluh empat jam. Kemampuan tersebut menjadikannya pilihan ideal bagi pengguna, yang membutuhkan minuman bersuhu stabil sepanjang hari.
Sementara itu, tumbler dirancang dengan tutup praktis seperti flip-top atau sedotan untuk kemudahan penggunaan sehari-hari. Produk ini, umumnya mampu menjaga suhu minuman selama empat hingga dua belas jam dalam berbagai aktivitas.
Tumbler lebih banyak digunakan untuk kebutuhan dinamis seperti bekerja, berolahraga, atau menikmati minuman favorit harian. Desainnya yang praktis, membuat pengguna dapat mengakses minuman dengan mudah tanpa membuka penutup sepenuhnya.
Teknologi pengontrol panas pertama kali ditemukan oleh fisikawan Skotlandia, Sir James Dewar, pada tahun 1892. Penemuan tersebut dikenal sebagai Dewar Flask dan awalnya digunakan untuk kebutuhan penelitian laboratorium ilmiah.
Seiring perkembangan waktu, teknologi tersebut dikomersialkan menjadi produk konsumen dengan merek Thermos yang mendunia luas. Inovasi ini kemudian melahirkan berbagai jenis wadah minuman modern, yang digunakan hingga sekarang secara global.
Saat ini, popularitas termos dan tumbler tidak hanya didorong kemampuannya menjaga suhu minuman tetap ideal. Kesadaran masyarakat terhadap pengurangan sampah plastik, turut meningkatkan penggunaan kedua produk tersebut secara berkelanjutan.
Di berbagai negara, tumbler dan termos kini menjadi simbol gaya hidup ramah lingkungan yang modern. Penggunaannya membantu mengurangi ketergantungan terhadap kemasan sekali pakai, yang berpotensi mencemari lingkungan dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....