Pakaian Kualitas Rendah = Lebih Banyak Limbah
- 30 Mei 2026 04:30 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Tren fast fashion, menawarkan pakaian murah yang menarik, namun menimbulkan dampak lingkungan serius melalui peningkatan limbah tekstil global. Produk berkualitas rendah, cenderung cepat rusak sehingga dibuang, lalu memperparah penumpukan sampah dalam waktu singkat di berbagai wilayah.
Melansir Waste4Change, fast fashion menggambarkan produksi pakaian trendi berharga murah, yang dibuat sangat cepat untuk memenuhi permintaan pasar. Konsumen memperoleh model terbaru dengan harga terjangkau, sementara produsen tetap meraih keuntungan melalui efisiensi produksi dan volume penjualan.
Data terkini menunjukkan, konsumen semakin sering membeli pakaian murah meski memiliki daya tahan sangat rendah dan cepat usang. Akibatnya pakaian mudah robek, memudar atau berubah bentuk setelah digunakan dan dicuci beberapa kali kemudian dibuang tanpa perbaikan.
Limbah tekstil yang terus menumpuk, menjadi masalah serius karena banyak bahan sintetis sulit terurai secara alami dalam lingkungan. Proses produksinya juga membutuhkan sumber daya besar, termasuk air, energi, serta berbagai bahan kimia yang berdampak pada lingkungan.
Jika pola konsumsi tidak berubah, volume sampah pakaian diperkirakan terus meningkat drastis hingga tahun 2030 dan periode berikutnya. Masyarakat disarankan memilih pakaian berkualitas, mendaur ulang, mendonasikan atau memperbaiki barang, demi mengurangi beban sampah tekstil secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....