Mengapa Pipit Sering Disebut Burung Gereja?
- 11 Mei 2026 17:07 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Burung pipit sering disebut burung gereja karena kebiasaannya bersarang pada bangunan tinggi yang aman dan tenang di perkotaan. Burung tersebut kerap ditemukan berada sekitar gereja maupun gedung tinggi, sambil mengeluarkan suara cuitan khas setiap harinya.
Melansir Ensiklopedia Burung Indonesia, penamaan burung gereja berkaitan erat dengan sejarah bangunan kolonial pada masa lampau Indonesia. Gereja tua memiliki banyak celah sempit bagian atap, sehingga menjadi tempat bersarang ideal bagi kawanan burung kecil.
Ketersediaan ruang kosong pada langit-langit bangunan tinggi, membuat burung tersebut merasa aman dari ancaman predator lingkungan sekitar. Mereka secara konsisten memilih bangunan kokoh sebagai tempat membesarkan anak, sehingga keberadaannya terlihat mencolok oleh masyarakat luas.
Masyarakat sering melihat kawanan burung kecil beterbangan di sekitar lonceng maupun kubah gedung ibadah setiap pagi hari. Karena kemunculannya sangat sering sekitar gereja, masyarakat kemudian menyebut spesies tersebut dengan nama populer burung gereja hingga sekarang.
Secara ilmiah, burung tersebut bernama Passer montanus dan termasuk spesies pipit yang mudah beradaptasi dengan kehidupan manusia. Kehadirannya tidak hanya ditemukan pada gedung tua, namun istilah burung gereja telah melekat kuat di masyarakat luas.
Sifat burung yang menetap pada satu lokasi, semakin memperkuat hubungan antara spesies tersebut dengan bangunan tinggi di perkotaan. Kondisi tersebut menjadikan identitas visual burung pipit dan gedung tinggi terlihat menyatu dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Adaptasi ekologis unik tersebut, menunjukkan fauna lokal dapat memperoleh nama baru melalui interaksi bersama lingkungan buatan manusia. Melalui pengamatan sederhana terhadap perilaku bersarang, terciptalah istilah populer yang digunakan masyarakat luas hingga sekarang dalam percakapan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....