Buah Matoa Papua Lezat dan Bermanfaat bagi Kesehatan

  • 29 Apr 2026 07:17 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Buah matoa sangat dikenal di Papua sebagai buah primadona dengan rasa enak dan lezat disukai berbagai kalangan masyarakat luas. Pohon matoa menjadi tanaman khas Papua, berbuah setahun sekali, tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1200 meter.

Buah matoa di Papua terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu matoa kelapa dan matoa papeda yang memiliki karakter berbeda. Matoa kelapa lebih mahal, karena dagingnya tebal kenyal seperti kelengkeng, sedangkan matoa papeda memiliki tekstur lembek dan lengket.

Saat musim panen, harga matoa kelapa sekitar 50 ribu rupiah per kilogram, sedangkan matoa papeda sekitar 30 ribu. Namun harga matoa kelapa bisa mencapai 100 ribu rupiah per kilogram saat awal dan akhir masa panen berlangsung.

Tanaman matoa mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan, baik panas maupun dingin, serta tahan terhadap serangan hama. Buah ini juga tumbuh di berbagai wilayah Indonesia seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Pulau Jawa dengan variasi rasa.

Matoa cocok dijadikan tanaman penghijauan, karena mampu tumbuh di berbagai medan dengan akar dan batang yang kuat. Tanaman ini memberikan manfaat ekologis sekaligus estetika, bagi lingkungan sekitar sebagai peneduh dan pelestarian alam berkelanjutan.

Melansir FKM Unair, buah ini masih satu keluarga dengan leci dan kelengkeng, serta memiliki rasa manis khas unik. Kandungan vitamin C dan E, membantu meningkatkan imunitas, menjaga jantung, serta berpotensi menurunkan penyerapan gula darah tubuh.

Buah matoa juga memiliki manfaat lain, seperti mengurangi stres oksidatif, menghambat pertumbuhan sel kanker, serta meningkatkan kesuburan. Selain itu, matoa membantu melancarkan pencernaan dan mengatasi gangguan seperti sembelit, diare, serta peradangan usus pada manusia.

Meski memiliki banyak manfaat kesehatan, konsumsi buah matoa sebaiknya tetap dalam jumlah wajar untuk menghindari efek samping.

Konsumsi berlebihan diduga dapat menyebabkan pusing dan mual, sehingga perlu diimbangi pola makan sehat dan gizi seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....