Perjalanan Pergi Terasa Lama daripada Pulang, Ini Penjelasannya
- 12 Apr 2026 11:21 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Setiap orang pernah merasakan lamanya perjalanan saat pergi ke suatu tempat, namun ketika pulang terasa sangat cepat. Fenomena psikologis in,i sering disebut sebagai efek perjalanan pulang yang membuat waktu terasa berjalan jauh lebih cepat.
Melansir Science Daily/Journal of Experimental Psychology, para peneliti mengungkapkan persepsi waktu sangat dipengaruhi tingkat keakraban kita terhadap rute tersebut. Saat pertama kali pergi, kita cenderung lebih fokus memperhatikan detail jalanan baru yang belum pernah kita lalui sebelumnya.
Otak kita bekerja keras memproses informasi spasial asing, sehingga menciptakan kesan waktu terasa lebih lama. Sebaliknya, ketika pulang kita sudah merasa akrab dengan pemandangan sekitar yang telah terlewati. Hal ini membuat otak kita tidak lagi memproses informasi secara mendalam.
Kurangnya rangsangan baru, juga menyebabkan perhatian kita teralihkan. Kondisi tersebut membuat perjalanan pulang terasa berakhir dengan durasi yang jauh lebih singkat.
Ekspektasi juga memainkan peran besar, karena saat pergi kita sering merasa tidak sabar untuk segera sampai di tujuan. Tekanan mental untuk tiba tepat waktu, membuat setiap menit yang terlewati terasa menjadi sangat berat dan lama.
Selain faktor psikologis, rute perjalanan yang berbeda atau kondisi lalu lintas yang berubah juga dapat memengaruhi durasi waktu. Namun mayoritas orang tetap merasakan perbedaan waktu tersebut, meskipun jarak tempuh yang dilalui sebenarnya tetap sama secara matematis.
Studi dari Universitas Tilburg, menyimpulkan bahwa rasa tidak sabar saat berangkat adalah kunci utama dari munculnya fenomena ini. Perasaan lega karena sudah menyelesaikan urusan, membuat perjalanan pulang terasa lebih ringan dan nyaman bagi pikiran setiap orang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....