Bagaimana Terjadinya Kilat dan Guntur
- 09 Apr 2026 20:58 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Memasuki musim hujan, kita semakin sering menyaksikan kilatan cahaya terang di langit disertai dentuman guntur menggelegar. Bagaimana fenomena alam ini terjadi selama musim hujan terutama pada sore hingga malam hari?
Melansir tirto.id, proses terjadinya petir terjadi ketika muatan listrik di awan terkumpul akibat gesekan partikel. Muatan tersebut kemudian melompat ke tanah atau awan lain, sehingga memunculkan kilat yang disusul suara guntur.
Kilat atau petir, terbentuk akibat adanya perbedaan muatan listrik sangat besar di dalam awan kumulonimbus atau awan hujan. Proses ini dimulai saat udara hangat lembap, naik cepat ke atmosfer lalu mengalami kondensasi membentuk butiran air.
Gesekan antara partikel air dan es di dalam awan, menciptakan pemisahan muatan listrik yang sangat signifikan. Bagian atas awan bermuatan positif sementara bagian bawah bermuatan negatif, hingga terjadi loncatan elektron yang disebut kilat.
Kilat dapat terjadi di dalam awan, antarawan maupun dari awan menuju permukaan tanah yang berbahaya. Jenis paling berbahaya adalah kilat dari awan ke tanah, karena dapat menyebabkan kerusakan serta menimbulkan korban jiwa.
Guntur adalah suara yang dihasilkan dari pelepasan energi listrik yang terjadi saat kilat menyambar di udara. Aliran listrik memanaskan udara sekitarnya, hingga mencapai suhu sekitar tiga puluh ribu derajat celcius dalam waktu singkat.
Dengan menghitung selisih waktu antara kilat dan suara guntur, seseorang dapat memperkirakan jarak terjadinya petir secara sederhana. Setiap tiga detik selisih waktu setara satu kilometer, jika kurang sepuluh detik berarti petir sangat berbahaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....