Mengenal Hoarding Disorder, Salah Satu Kebiasaan Menumpuk Barang
- 16 Mar 2026 11:46 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Hoarding Disorder, merupakan gangguan perilaku ketika seseorang memiliki kebiasaan menimbun berbagai barang yang dianggap sangat berharga. Penderitanya sering merasa lebih aman ketika berada di sekitar tumpukan barang yang sebenarnya sudah tidak terpakai.
Melansir siloamhospitals.com, belum diketahui pasti penyebab dari hoarding disorder ini. Kondisi ini sering dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental.
| Baca juga: Rahasia dan Fakta Menarik DNA |
Di samping itu, ada beberapa faktor yang memengaruhi kondisi ini, di antaranya yaitu tinggal sendirian dan tidak menikah. Selain itu karena pernah kehilangan harta benda akibat bencana, mengalami gangguan kognitif, dan masih banyak lagi faktor lain.
Penderita hoarding disorder, biasanya menumpuk barang secara bertahap sampai menumpuk. Secara umum, gejala yang ditimbulkan yaitu menimbun barang yang tidak memiliki nilai ekonomi. Seperti pakaian yang tidak terpakai, koran atau majalah lama, perlengkapan rumah tangga, dan beberapa barang lain.
Menurut buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition (DSM-5) ada beberapa kriteria hoarding disorder. Yaitu sulit membuang benda yang sudah tidak terpakai, memiliki keinginan untuk menyimpan, dan menumpuk barang. Tempat tinggal penderita dipenuhi dengan tumpukan barang dan kebiasaan ini juga bukan disebabkan oleh gangguan kesehatan lain.
Kondisi seperti ini memang terlihat seperti biasa saja, dan merasa tidak ada yang salah atau janggal dalam perilaku. Tetapi penderita hoarding disorder perlu penanganan, yaitu dapat dilakukan dengan melakukan terapi perilaku kognitif. Penderita juga perlu menerapkan langkah-langkah mandiri, seperti mulai siap untuk membuang barang-barang yang tidak terpakai.
Hoarding disorder atau kebiasaan menimbun barang, dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Karena menimbun barang yang kotor dan tidak terpakai, maka kebersihan rumah menjadi tidak bersih. Hal ini bisa meningkatkan berbagai masalah kesehatan, baik kepada penderitanya maupun orang yang tinggal bersamanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....