WWF: Bijak Pangan, Selamatkan Bumi

  • 26 Feb 2026 20:15 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Melansir wwf.id bijak pangan, selamatkan bumi, menjadi slogan tepat selamatkan kehidupan dari sampah. Sampah yang tidak terkelola dengan baik, adalah sampah makanan dan akan menghasilkan gas metana (CH4 ).

Sampah makanan dapat menimbulkan kerugian besar bagi kehidupan manusia, seperti tragedi Leuwigajah. Lantas, bagaimana agar kita bijak pangan?

Bijak Pangan dilakukan, melalui cara memilah sampah sejak awal. Sesuaikan jenisnya, diolah kembali dengan sangat mudah, dimanfaatkan untuk dijadikan pakan ternak atau pupuk kompos.

Data Tahun 2025, di Kabupaten Jayapura dan kabupaten Merauke, 100 persen sampah harian, 40 persennya adalah sampah makanan. Fakta ini sama dengan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN ).

Sampah makanan yang membusuk, tanpa disadari menghasilkan gak metana yang berkontribusi sebagai gas rumah kaca. Gas tersebut 28 kali lebih kuat, dibandingkan karbondioksida dalam proses pemanasan bumi.

Sampah makanan merupakan isu penting saat ini. Melalui kebijakan RPJMN 2025 - 2029, target pengurangan sampah menjadi salah satu stategi penurunan emisi gas rumah kaca.

Membuang makanan sama halnya membuang uang. Artinya, jangan biarkan sampah terbuang hingga di Tempat Pembuangan Akhir.

Kita bisa lakukan hal kecil mengurangi sampah makanan, dengan bijak pangan dari lingkungan keluarga. Saling mengingatkan jangan buang sisa makanan, makan secukupnya lalu habiskan, karena sisa hari ini menjadi krisis hari esok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....