AI dan Pergeseran Makna Kreativitas Manusia Era Kini

  • 25 Feb 2026 14:10 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Perkembangan kecerdasan buatan kembali menjadi sorotan dalam percakapan publik global beberapa bulan terakhir ini. Nama Anthropic melalui produknya Claude ikut mencerminkan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap teknologi generatif.

Fenomena ini tidak sekadar menunjukkan tren teknologi, tetapi juga perubahan cara manusia memaknai kreativitas. Mesin kini mampu menulis, merancang gambar, hingga menyusun gagasan yang sebelumnya dianggap wilayah eksklusif manusia.

Penelitian yang dipublikasikan Creativity Research Journal, menyebutkan bahwa kreativitas pada dasarnya lahir dari pengalaman subjektif dan konteks sosial. Ketika algoritma mulai memproduksi karya, muncul perdebatan apakah proses tersebut dapat disebut sebagai kreativitas autentik.

Studi lain dalam Journal of Business Research, menyoroti perubahan budaya kerja akibat integrasi kecerdasan buatan di industri kreatif. Perusahaan cenderung memanfaatkan sistem otomatis untuk riset awal, analisis data, dan pengembangan konsep dasar.

Dampaknya terasa pada pergeseran peran pekerja kreatif, yang kini lebih berfungsi sebagai kurator dan editor. Mereka tidak lagi selalu memulai dari kertas kosong, melainkan dari draf yang dihasilkan sistem digital.

Dalam perspektif budaya, respons terhadap teknologi ini berbeda antara kawasan barat dan timur. Kajian dalam AI & Society Journal, mencatat adanya perbedaan cara pandang antara barat dan timur dalam menyikapi teknologi.

Di banyak negara barat, inovasi dan efisiensi sering ditempatkan sebagai prioritas utama. Sementara masyarakat timur cenderung lebih berhati-hati, dengan mempertimbangkan harmoni sosial dan nilai etika bersama.

Di sejumlah negara Asia, diskusi tentang kecerdasan buatan juga dikaitkan dengan nilai spiritual dan tanggung jawab moral. Pertanyaan mengenai batas penggunaan teknologi, menjadi bagian penting dalam forum akademik dan keagamaan.

Perdebatan ini menegaskan bahwa kecerdasan buatan, bukan sekadar instrumen teknis dalam perkembangan industri. Ia menyentuh wilayah identitas manusia, menantang definisi kreativitas, serta memengaruhi arah peradaban global ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....