Mengapa Perkalian Didahulukan dalam Operasi Hitung?

  • 14 Feb 2026 06:37 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Dalam pembelajaran matematika di sekolah, siswa diajarkan bahwa perkalian harus dikerjakan lebih dahulu sebelum penjumlahan dan pengurangan. Aturan ini kerap menimbulkan pertanyaan di kalangan peserta didik, terutama saat menemukan soal campuran.

Dalam kaidah matematika, terdapat aturan yang dikenal sebagai urutan operasi hitung (order of operations). Aturan tersebut menjadi pedoman baku secara internasional, untuk memastikan hasil perhitungan yang konsisten dan tidak menimbulkan perbedaan jawaban.

Secara umum, urutan operasi dimulai dari pengerjaan tanda kurung, kemudian perkalian dan pembagian, serta terakhir penjumlahan dan pengurangan. Penerapan aturan ini, bertujuan menjaga logika dan sistematika dalam proses berhitung.

Contoh soal 2 + 3 × 4, banyak siswa keliru dengan langsung menjumlahkan 2 + 3 terlebih dahulu. Padahal operasi perkalian diselesaikan dulu, sehingga 3 × 4 = 12, kemudian ditambahkan 2 dan menghasilkan jawaban 14.

Melansir elementarymath.edc.org, perkalian didahulukan karena secara konsep merupakan bentuk penjumlahan berulang. Dengan demikian, operasi tersebut dianggap sebagai satu kesatuan yang harus diselesaikan sebelum digabungkan dengan operasi lainnya.

Para pendidik menilai pemahaman terhadap urutan operasi hitung sangat penting. Agar siswa tidak sekadar menghafal, tetapi juga memahami alasan logis di balik aturan tersebut.

Selain digunakan dalam pelajaran di sekolah, aturan ini juga menjadi dasar dalam berbagai bidang seperti sains dan teknologi. Termasuk bidang keuangan, yang membutuhkan ketelitian dalam perhitungan angka.

Dengan memahami konsep ini secara benar, diharapkan siswa dapat lebih percaya diri dan terampil dalam menyelesaikan soal matematika. Baik dalam konteks pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....