Kenapa Sate Ditusuk, Sejarah dan Rasanya

  • 21 Agt 2025 11:33 WIB
  •  Jayapura

KBRN, Jayapura: Potongan daging ayam, sapi, dan ikan, yang dipotong kecil, ditusuk dengan bilah bambu atau besi kemudian dibakar. Melansir balikpapantv.id@gaya-hidup, penyajian sate yang ditusuk mempengaruhi rasa dan tekstur dagingnya lembut.

Sate yang ditusuk inilah rahasia dibalik kelezatan sate. Membakar sate dengan cara dibolak balik setiap saat, membuat masaknya merata, tidak cepat gosong.

Olesan bumbu saat proses membakaran terbayang perpaduan rasa daging. Bumbu ditambah aroma bakaran sate.

Di Indonesia sate telah menjadi bagian dari tradisi dan budaya masyarakat Indonesia secara turun temurun. Dari pinggir jalan, restoran kecil sampai mewah hingga tersedia dalam acara kenegaraan Presiden di Istana Negara.

Sate diduga telah ada di Indonesia sejak abad -19. Terinspirasi dari kebab makanan timur tengah, pedagang India dan Arab datang ke Indonesia kala itu .

Namun ada yang meyebutkan sate telah ada juga diabad ke 15. Dibawa para Pedagang Arab.

Kepopuleran sate bukan di Indonesia saja, Malaysia, Singapura dan negara eropa, tusukan daging yang dibakar itu ada. Walau cara penyajian dan cita rasanya unik dan berbeda, tergantung kekhasan bumbu dari masing-masing negara.

Sate melambangkan keakraban. Bisa dibayangkan makan sate bersama, dari proses persiapan, pembakaran sate bareng-bareng hingga makan bersama.

Sate yang dilengkapi dengan bumbu saat diawal pembakaran menciptakan rasa gurih pada daging. Setelah matang diberi bumbu kecap dan bumbu kacang dengan taburan bawang merah dan bawang goreng, pasti terbayangkan sedapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....