Nokdiak, Mamalia Bertelur Endemik Papua
- 20 Agt 2025 10:27 WIB
- Jayapura
KBRN, Jayapura: Tahukah Anda, di Papua ada hewan endemik bernama nokdiak? Hewan ini merupakan mamalia langka yang bertelur, mirip dengan platypus di Australia.
Melansir laman Facebook Biodiversity Indonesia, nokdiak atau echidna dikenal juga dengan sebutan babi duri. Tubuh hewan ini kecil, penuh duri tajam, termasuk ordo monotremata, satu-satunya mamalia bertelur selain platypus.
Setelah proses kawin berlangsung sekitar 20 hari, nokdiak betina akan menghasilkan satu butir telur. Telur tersebut disimpan dalam kantung induknya, kemudian menetas setelah sepuluh hari kemudian menjadi anak nokdiak kecil.
Dalam genus zaglossus, nokdiak terbagi menjadi tiga spesies. Jenis ini masih ada dan bertahan hidup.
1. Nokdiak Naroten atau Nokdiak moncong panjang barat (Zaglossus bruijnii)
2. Nokdiak Sentani (Zaglossus attenboroughi)
3. Nokdiak Baliem (Zaglossus bartoni)
Sementara itu, dua spesies lainnya tidak lagi ditemukan. Kedua spesies tersebut telah dinyatakan punah.
1. Zaglossus robustus
2. Zaglossus hacketii
Sayangnya, keberadaan nokdiak semakin langka. Hal ini akibat perburuan dan konsumsi dagingnya.
Namun ada kabar baik, dikutip dari laman rewild.org, tim gabungan melakukan ekspedisi di Pegunungan Cyclops. Mereka berasal dari Universitas Oxford, Universitas Cenderawasih, BRIN, YAPPENDA, serta lembaga konservasi, yang memasang lebih dari 80 kamera.
Pada hari terakhir ekspedisi, kejutan besar terjadi ketika salah satu kamera berhasil merekam seekor nokdiak. Rekaman ini menjadi bukti visual pertama, dalam lebih dari 60 tahun bahwa spesies langka tersebut masih hidup.
Penemuan ini memberikan harapan baru bagi upaya pelestarian satwa endemik Papua, yang terancam punah secara serius. Mari bersama menjaga alam, melindungi satwa langka dan menghentikan perburuan liar demi generasi mendatang. (Aldy).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....