Manik-Manik Mas Kawin Sentani, Simbol Status dan Warisan

  • 31 Mei 2025 09:56 WIB
  •  Jayapura

KBRN, Jayapura: Manik-manik dalam budaya Sentani bukan sekadar hiasan, melainkan lambang status sosial, kekayaan, dan warisan leluhur. Konon, manik-manik ini berasal dari pohon kosmos, atau terbawa arus air dan ditemukan secara misterius oleh leluhur.

Melansir Imaji Papua, pembayaran mas kawin dilakukan melalui tiga tahap ritual yakni Num, Qelew, dan Yaqaia secara berurutan. Dalam adat Sentani, num bersifat rahasia, qelew dibagikan di rumah, dan yaqaia terbuka di halaman sebagai tanda penghormatan.

Setiap manik-manik memiliki nilai berdasarkan warna, bentuk, kejernihan, dan kelicinan yang ditentukan oleh para tetua adat. Warna biru tua dan hijau dianggap paling bernilai tinggi, karena dipercaya mengandung kekuatan dan perlindungan spiritual.

Manik-manik diwariskan lintas generasi, sebagai pusaka keluarga yang dijaga, dihormati, dan tidak boleh diperdagangkan bebas. Pemilik manik-manik tertentu bisa dikenali sebagai keluarga terpandang, penjaga sejarah, dan pewaris garis keturunan utama.

Kini, manik-manik tetap digunakan dalam pernikahan adat dan ritual penting untuk menjaga nilai budaya tetap hidup dan lestari. Di tengah modernisasi, masyarakat Sentani tetap mempertahankan keaslian simbol ini, sebagai jati diri yang tak tergantikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....