BGP Papua Gelar Temu Sapa Bersama Guru Penggerak
- 19 Sep 2024 05:03 WIB
- Jayapura
KBRN, Merauke: Balai Guru Penggerak (BGP) Papua menggelar koordinasi dan temu sapa capaian program prioritas Kemendikbud, berlangsung di Swisbell Hotel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Temu sapa ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Guru Tenaga Kependidikan (GTK), Nunuk Suryani, untuk melihat sejauh mana implementasi program prioritas GTK.
Temu sapa ini juga untuk memastikan manfaat dari program GTK terus dirasakan oleh seluruh ekosistem pendidikan. Karena guru adalah tombak transformasi pendidikan. Hal itu dikatakan oleh Direktur Jenderal GTK, Nunuk Suryani di Merauke, Rabu (18/9/2024).
“Guru penggerak berdampak positif bagi pribadi atau karakter peserta didik juga guru,” kata Nunuk.
Menurut Nunuk, hasil riset Bank Dunia menyatakan bahwa pendidikan guru penggerak, berdampak langsung
“Memang kalau pembelajaran belum berdampak langsung, karena butuh waktu ya untuk melihat perubahan hasil belajar, tetapi yang paling bisa berubah itu adalah kepercayaan diri, keteguhan, disiplinnya dan sebagainya,” ujar Nunuk.
Dirjen GTK Nunuk Suryani saat menyerahkan penganugerahan kepada Kadis Pendidikan Kota Jayapura (foto: Lina/RRI)
Sementara itu, Kepala BGP Papua, Fatkurohmah mengatakan, baru 55 orang guru penggerak yang terbentuk di Kabupaten Merauke. Meski mnim guru penggerak, Fatkurohmah mengajak seluruh guru menguatkan kolaborasi untuk meningkatkan pendidikan di tanah Papua.
“Karena pendidikan adalah senjata yang paling ampuh, perang apa saja,” ucapnya.
Pendidikan, lanjut Fatkurohmah, jika maju maka dipastikan seluruh masyarakat di tanah Papua akan sejahtera. ”Mari kita menghormati pertemuan ini untuk saling belajar dan melengkapi, memotivasi diri untuk terus melanjutkan perjuangan kita, meningkatkan kompetensi diri, demi meningkatkan layanan pendidikan di wilayah masing-masing,” kata Fatkurohmah.
Ditempat yang sama, Kasrih guru penggerak di SMPN 8 Merauke, mengatakan pendidikan guru penggerak sangat penting untuk membangunan karakter bangsa, lewat program guru penggerak, tenaga pengajar juga bertransformasi menjadi guru yang lebih berkualitas, terutama adalah budaya positif kolaboratif di dalam komunitas belajar.
“Kita menjadi guru ini harus mengikuti perkembangan zaman, kita tidak boleh apatis di zona nyaman kita, tetapi kita juga harus mempelajari sesuatu yang baru di era digital ini” ucapnya.
Dirjen GTK Nunuk Suryani saat berdialog dengan guru penggerak di Merauke, Papua Selatan. (foto: Lina/RRI)
Kata Kasrih, sejak guru penggerak ada di SMPN 8 Merauke, kualitas pendidikan dan karakter tenaga didik jauh diatas rata-rata. “Contohnya, kurikulum meredeka belajar, sekolah kami, Alhamdulillah mudah mengimplementasikannya,” kata Kasrih.
Temu sapa capaian program prioritas Kemendikbud, berlangsung sehari, dikemas dengan dialog para guu penggerak bersama Direktur Jenderal GTK, Nunuk Suryani. Para guru penggerak juga berbagi pengalaman mereka sebagai guru penggerak dan hambatan yang dihadapi dilapangan. Acara ini juga dikemas menarik dengan open door price dari Direktur Jenderal GTK, Nunuk Suryani, kepada guru penggerak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....