HUT ke-81 RI, Generasi Muda Papua Teguhkan Nasionalisme
- 16 Agt 2026 20:01 WIB
- Jayapura
RI.CO.ID, Jayapura: Ketua Dewan Pimpinan Umum Barisan Merah Putih yang juga Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP), Max Abner Ohee, menyebut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tahun 2026 harus menjadi momentum untuk kembali meneguhkan pentingnya peran generasi muda Papua dalam perjalanan dan masa depan bangsa Indonesia.
Menurut Max, generasi muda merupakan penerus cita-cita bangsa sehingga perlu terus dirangkul dan diberikan edukasi mengenai wawasan kebangsaan serta nilai-nilai Pancasila sebagai dasar pembentukan karakter dan ideologi bangsa.
“Generasi muda adalah penerus cita-cita bangsa. Kami dari Barisan Merah Putih senantiasa merangkul dan mengedukasi mereka dengan nilai-nilai wawasan kebangsaan serta mempertahankan ideologi Pancasila sebagai dasar membentuk karakter generasi muda,” ujar Max Abner Ohee lewat dialog Polisi menyapa RRI Jayapura.
Ia mengatakan, Papua menghadapi tantangan karena adanya tarik-menarik ideologi yang dapat memengaruhi pola pikir sebagian generasi muda. Karena itu, menurutnya, edukasi kebangsaan perlu terus dilakukan agar anak-anak muda Papua memiliki pemahaman yang kuat dan tetap teguh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Max mengaku, saat ini sebagian anak muda Papua mulai kehilangan identitas dan mudah dipengaruhi oleh kelompok tertentu melalui berbagai isu. Kondisi tersebut dinilainya dapat memengaruhi cara mereka berpikir dalam menentukan masa depan.
Dalam momentum HUT Kemerdekaan RI, ia mengajak generasi muda Papua untuk menjalani kehidupan secara normal, terutama dengan fokus pada pendidikan dan masa depan.
“Yang sekolah, yang kuliah, jangan ikut terpengaruh terhadap mereka yang membangun isu-isu dari kelompok tertentu. Mari kita hidup layak dalam alam kemerdekaan dan jangan menyia-nyiakan waktu,” katanya.
Max menegaskan, menanamkan rasa nasionalisme kepada generasi muda Papua tidak berarti mereka harus meninggalkan identitas sebagai orang Papua. Sebaliknya, budaya, bahasa, adat, dan kearifan lokal Papua harus menjadi kekuatan yang memperkaya Indonesia.
Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Mereka harus menghadapi perkembangan teknologi, derasnya arus informasi global, persaingan ekonomi, serta perubahan sosial yang berlangsung cepat.
Karena itu, semangat kemerdekaan harus menjadi energi untuk membangun generasi muda Papua yang cerdas, produktif, toleran, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Rasa nasionalisme tidak berarti meninggalkan identitas sebagai anak Papua. Kecintaan terhadap budaya, bahasa dan kearifan lokal justru harus menjadi kekuatan untuk memperkaya Indonesia,” tuturnya.
Dia juga menekankan pentingnya memastikan anak-anak Papua memperoleh akses pendidikan dan layanan kesehatan yang baik. Menurut dia, pembangunan manusia merupakan bagian penting dari upaya mengisi kemerdekaan.
Ia menilai tantangan terbesar generasi penerus bangsa di Papua saat ini adalah bagaimana mengubah semangat kemerdekaan menjadi kesempatan nyata untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Selain pendidikan dan kesehatan, aspek ekonomi dan kesempatan kerja juga perlu mendapat perhatian. Generasi muda Papua, kata Max, harus diberikan ruang dan kesempatan untuk berkembang, termasuk menjadi pencipta lapangan pekerjaan.
“Generasi Papua harus diberi kesempatan dan dibuka ruang untuk berkembang. Jangan sampai kita abaikan, karena mereka juga bisa menjadi pencipta lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Diharapkan, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan Papua dapat berkembang menjadi daerah yang maju, damai, aman, dan sejahtera. Ia juga menginginkan pendidikan yang semakin baik, ekonomi yang kuat, serta lahirnya generasi muda Papua yang kreatif dan berprestasi.
Menurutnya, pembangunan Papua harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian adat dan budaya. Seluruh masyarakat juga harus memperoleh kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam menentukan masa depan Papua dan Indonesia.
“Yang kita inginkan dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan adalah Papua yang maju, damai, aman dan sejahtera, dengan pendidikan yang baik, ekonomi yang kuat, serta generasi muda yang kreatif dan berprestasi. Adat dan budaya harus tetap hidup dan seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk membangun masa depan Papua dan Indonesia,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....