Perkuat Program MBG, UNICEF Dorong Edukasi Gizi dan Kantin Sehat di Sekolah

  • 19 Mei 2026 15:26 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura ~ UNICEF melalui Yayasan Gapai Harapan Papua bersama Pemerintah Provinsi Papua dengan dukungan Pemerintah China melalui CIDCA menggelar kegiatan Penguatan Edukasi Gizi dan Kantin Sehat di Satuan Pendidikan di Kota dan Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua Tahun 2026, yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Jayapura dan di ikuti oleh sekolah penerima manfaat MBG di sejumlah kabupaten Kota se-Papua, Selasa (19/05/2026).

Nutrition Officer UNICEF Perwakilan Papua dan Papua Barat, Dwi Kristanto mengatakan, kegiatan ini bertujuan memperkuat implementasi edukasi gizi di sekolah melalui integrasi ke dalam kurikulum serta penguatan tata kelola kantin sehat guna mendukung Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Dijelaskan, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, anak usia sekolah masih menghadapi berbagai persoalan gizi, mulai dari stunting, kekurangan gizi, obesitas, hingga anemia. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan serius karena berdampak langsung terhadap tumbuh kembang dan konsentrasi belajar anak.

Untuk itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan ekosistem sekolah yang sehat dan berkelanjutan.

“Program MBG bukan hanya sekadar piring makan ataupun ompreng, tetapi bagaimana kita bisa menciptakan ekosistem yang baik dan berkualitas di satuan pendidikan melalui edukasi gizi yang berkesinambungan,” ujar Dwi Kristanto.

Menurutnya, edukasi gizi perlu terintegrasi ke dalam sistem pendidikan agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh peserta didik.

“Pelaksanaan edukasi gizi saat ini masih belum berjalan optimal, sehingga dibutuhkan integrasi ke dalam kurikulum dan tata kelola sekolah agar bisa sustain dan berkelanjutan,” kata Dwi Kristanto.

Selain penguatan edukasi gizi, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya keberadaan kantin sehat di lingkungan sekolah. Kantin dinilai memiliki peran penting dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat bagi peserta didik.

Namun demikian, implementasi program di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan. Dwi menyebut kondisi sekolah yang sangat beragam, baik dari sisi sumber daya manusia maupun lingkungan sekolah, menjadi kendala utama dalam penerapan program secara merata.

“Karena kondisi tiap sekolah berbeda, maka pendekatannya perlu diseragamkan melalui tata kelola dan kurikulum sehingga penerapan di Kabupaten Jayapura maupun Kota Jayapura dapat berjalan searah,” tegas Kristanto ucapnya.

Ia berharap, hasil workshop selama dua hari tersebut dapat langsung diterapkan oleh kepala sekolah, operator, guru mata pelajaran, hingga pengelola UKS dan kantin sekolah.

“Kami berharap sekolah-sekolah ini nantinya menjadi champion atau contoh praktik baik yang bisa direplikasi di sekolah-sekolah lain di Papua,” tutup Dwi Kristanto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....