Menag Ajak 6.859 Masjid Jadi Masjid Ramah Pemudik
- 06 Mar 2026 07:07 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Menghadapi arus mudik Lebaran 1447 Hijriah tahun 2026, Kementerian Agama meluncurkan Program Mudik 2026 Menyala bagi masyarakat. Program disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, yang diprediksi meningkat seperti tahun-tahun sebelumnya selama musim mudik Lebaran.
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan komitmen Kementerian Agama menyukseskan arus mudik Lebaran melalui program Masjid Ramah Pemudik. Selain itu, program Ekspedisi Masjid Indonesia, juga disiapkan untuk mendukung pelayanan bagi pemudik selama perjalanan mudik.
Penegasan tersebut disampaikan Menteri Agama, saat rapat persiapan program yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting. Rapat tersebut berlangsung pada Selasa (3 Maret 2026), bersama jajaran terkait membahas kesiapan program.
Menteri Agama menyampaikan bahwa masjid harus hadir sebagai ruang teduh, nyaman, dan ramah bagi para musafir. “Masjid sebagai tempat istirahat layak, nyaman untuk salat, tersedia air bersih, charging station, serta fasilitas pendukung lainnya,” katanya.
Selain itu, masjid juga diimbau menyediakan ruang laktasi, tempat mengganti bayi, serta area istirahat bersih. Jika memungkinkan, pengurus masjid dapat menyediakan makanan ringan, air minum, hingga nasi kotak bagi pemudik untuk berbuka.
“Ini sedekah kita untuk para musafir. Pahalanya luar biasa, kita lakukan ini lillahi ta’ala,” ujar Menag.
Menag menekankan pentingnya sikap inklusif. Masjid, kata dia, tidak boleh menutup diri bagi siapapun yang membutuhkan pertolongan dalam perjalanan. Ia juga meminta masjid-masjid yang berada di jalur strategis, diberi penanda atau spanduk khusus agar mudah dikenali pemudik.
Hingga saat ini, Kemenag telah mendata sebanyak 6.859 masjid yang siap berpartisipasi. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah, mengingat total masjid di Indonesia mencapai sekitar 800 ribu masjid.