Ketahui Asal-usul Tradisi Sungkeman Ketika Lebaran
- 22 Apr 2023 09:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Dalam perayaan Hari Raya Idulfitri, salah satu tradisi saat yang tidak bisa terlewatkan adalah Sungkeman. Meskipun begitu, tidak semua orang mengetahui asal kata sungkem.
Melansir berbagai sumber, tradisi sungkeman diyakini sudah ada sejak masa Mangkunegara I atau yang dikenal dengan Pangeran Sambernyawa. Mangkunegara I memperkenalkan tradisi sungkeman saat momen Idulfitri.
Saat itu, untuk menghemat waktu, tenaga, pikiran dan biaya, setelah salat Idulfitri, Pangeran Sambernyawa mengadakan pertemuan. Yaitu pertemuan antara raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana.
Pada pertemuan ini diadakanlah tradisi sungkem atau saling memaafkan. Semua punggawa dan prajurit dengan tertib melakukan sungkem kepada raja dan permaisuri.
Apa yang dilakukan oleh Pangeran Sambernyawa itu kemudian ditiru oleh organisasi-organisasi Islam. Tradisi ini kemudian disandingkan dengan acara tradisi halalbihalal yang biasa dilakukan oleh lembaga, kelompok, atau keluarga.
Hingga kini tradisi sungkeman masih melekat kuat pada masyarakat Indonesia. Sungkeman lebaran dimulai dari orang yang lebih muda meminta restu dan maaf pada orang yang lebih tua.
Secara teknis, cara sungkem lebaran dapat digambarkan dengan duduk bersimpuh atau berjongkok sambil mencium tangan orang yang lebih tua. Istilah sungkem sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti sujud atau tanda bakti.
Sungkeman adalah sebuah prosesi adat yang dilakukan oleh seseorang yang biasanya lebih muda kepada orang yang lebih tua. Yaitu dengan tujuan sebagai bentuk penghormatan ataupun sebagai bentuk permintaan maaf.
Sungkem biasa dilakukan ketika Idulfitri tiba atau pada saat prosesi pernikahan untuk meminta restu orang tua. Dan itu juga bisa dianggap sebagai wujud ucapan rasa terima kasih.
Dalam pernikahan, prosesi sungkeman adalah wujud rasa terima kasih dari anak kepada orangtuanya. Dengan gestur merendah kepada yang lebih tua, sungkeman memiliki makna baik antara lain sebagai bentuk penghormatan.
Sebagai sarana melatih kerendahan hati, sopan santun serta menghilangkan sifat egois. Intinya, makna dari tradisi sungkem lebaran yakni wujud penyesalan dan permintaan maaf dari segala perbuatan buruk yang pernah dilakukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....