Sepekan Pasca Keracunan MBG, Hasil Uji Laboratorium Masih Misteri
- 19 Agt 2025 18:34 WIB
- Surakarta
KBRN, Sragen: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gemolong kembali dijalankan SPPG Mitra Mandiri Gemolong-1, Selasa (19/8/2025) setelah diliburkan sepekan. Namun hasil uji laboratorium sampel makanan untuk mengetahui penyebab keracunan makanan terhadap Sekitar 365 pelajar dan guru di Gemolong pada Selasa (12/8) lalu belum juga keluar.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen dr.Udayanti Proborini mengakui MBG di Gemolong sudah dimulai. Namun untuk hasil penyebab keracunan makanan belum diketahui. "(Dugaan sementara?) Belum bisa matur itu," ujar dr Udayanti Kadinkes saat dikonfirmasi wartawan, Selasa.
Sebagai informasi sesaat kasus kerancuan makanan MBG, Selasa (12/8)
Dinkes Sragen mengambil sampel makanan untuk dikirim ke laboratorium Provinsi Jawa Tengah. Sampel tersebut diantaranya nasi, lauk, susu termasuk air untuk pengolahan makanan.
Namun sepekan dari pengiriman sampel makanan tersebut, hasilnya belum diketahui. "Hasil pemeriksaan sampel makanan belum ada. (Yang dilab) Semua sampel makanan yang disajikan, termasuk air untuk pengolahan, susu itu iya, nasi, lauk, selada," katanya membeberkan.
Ditanya berapa lama hasil laboratorium, pihaknya menyebut paling lama dua pekan. Hasil itu akan dikirim ke Dinkes Kabupaten sebagai bahan evaluasi.
"Kalau kemarin kita tanyakan itu sekitar 7-14 hari. Biasanya hasilnya disampaikan ke kami," ucap dia.
Pasca kejadian itu pihaknya meningkatkan pembinaan dan pengawasan kepada pengelola SPPG yang ada di kabupaten Sragen. Termasuk monitoring dilakukan Puskemas dan SPPG.
"Jadi tidak hanya yang di Gemolong saja. Jadi nanti lewat puskemas kami akan tetap pembinaan lebih lanjut. Sebenarnya SPPG langsung melakukan pengawasan seperti pemeriksaan air berkala, kemudian dari kami akan melakukan pembinaan lebih detail lagi," kata dia.
Guna meningkatkan kewaspadaan pihaknya berharap SPPG menjalankan standar operasional prosedur yang ditetapkan. Dia yakin jika itu dijalankan MBG akan aman.
"Semuanya saja pengelola SPPG melakukan semua proses juknis yang ada termasuk sanitasinya, semuanya PHBS diperhatikan, dari mulai proses awal sampai (distribusi) ke siswa. Kalau semua diikuti sesuai juknis insya Allah juga aman."
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Disdikbud Sragen Prihantomo memastikan MBG di Gemolong mulai berjalan pasca libur sepekan. Makan Bergizi Gratis berlangsung di semua sekolah sesuai dengan kapasitas SPPG Mitra Mandiri Gemolong-1.
"Kami mendapatkan laporan dari para kepala sekolah MBG sudah berjalan lagi. Tentunya di semua sekolah yang menjadi cakupan SPPG. Kalau menunya apa hari ini kami tidak meminta laporan spesifik," ujar Prihantomo.
Pasca kejadian keracunan makanan MBG, Prihantomo meminta Kepala Sekolah intens memantau makanan yang disajikan kepada siswa. Kemudian selalu melaporkan setiap kejadian. "Kami minta hal-hal sekecil apapun dilaporkan."
Diberitakan sebelumnya setidaknya 365 siswa dan guru dari sejumlah sekolah di Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen Jawa Tengah mengeluhkan berbagai gejala keracunan. Mulai dari mual, muntah, demam hingga diare diduga mengalami keracunan seusai menyantap makanan MBG pada Senin (11/8/2025).
Dari jumlah tersebut ada 11 yang sempat dibawa ke UGD RSUD Gemolong. Kemudian 6 diantaranya rawat inap, sementara sisanya rawat jalan. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....