Mengulik Kisah Penjual Rambut Nenek di Tengah Modernitas Kuliner
- 01 Jun 2024 12:19 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor : Di tengah kegembiraan makanan modern dan tren kuliner yang terus berubah, beberapa orang masih menyukai makanan tradisional, salah satunya adalah "rambut nenek". Makanan ini bukan hanya cemilan manis, tetapi juga souvenir dari masa kecil yang indah.
Rambut nenek, juga disebut gula kapas atau arum manis, adalah makanan ringan yang terbuat dari gula yang dicairkan dan dipotong menjadi serat halus yang mirip dengan benang. Makanan ini disukai banyak orang, terutama anak-anak karena warnanya yang menarik dan rasanya yang manis. Teksturnya yang lembut dan mudah larut di mulut membuatnya unik untuk dinikmati.
Para penjual makanan rambut nenek masih ada di berbagai sudut kota, menawarkan cita rasa yang klasik dan asli. Salah satunya adalah Pak Fahmi yang sudah menjajakkan makanan rambut nenek dari tahun 2001.

Sebelumnya Pak Fahmi pernah menjual minuman dengan menggunakan wadah akuarium. Namun, kini ia beralih menjual makanan rambut nenek di depan RUKO VIP (Villa Indah Pajajaran) pada pagi hari, sementara pada siang hari berpindah tempat ke samping Bank BTPN Pajajaran.
Harga rambut nenek yang dijual perpack yaitu 10 ribu rupiah. ia juga mengatakan bahwa "rata-rata sehari abis 10 atau 12 pack, pernah juga sehari ga ada yang beli sama sekali," ujarnya.
"Pernah juga ada yang borong waktu bulan puasa untuk dibagikan ke orang-orang, tapi itu juga jarang banget yang ngeborong gitu," lanjutnya.
Pak Fahmi berjualan rambut nenek untuk menghidupi keempat cucunya bersekolah, ada yang masih SD bahkan SMK. Walaupun orang tua cucunya berpenghasilan, namun penghasilannya belum bisa mencukupi kebutuhan cucu-cucunya.
Makanan tradisonal Indonesia seperti rambut nenek ini , sangat penting untuk dipertahankan dan dilestarikan. Mereka muncul di tengah arus modernisasi sebagai pengingat bahwa ada nilai-nilai dan romantisme kenangan masa lalu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....