DJPb Jambi Dorong UMKM Naik Kelas Melalui Digitalisasi dan Penguatan Branding
- 17 Jul 2026 04:57 WIB
- Jambi
RRI. CO.ID,Jambi - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Jambi terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu naik kelas melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan identitas produk. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Usaha dan Branding Produk bagi UMKM yang diikuti sekitar 30 UMKM binaan Kanwil DJPb Provinsi Jambi, Kamis 16 Juli 2026.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jambi, Tunas Agung Jiwa Brata, mengatakan sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Menariknya, sebagian besar pelaku UMKM saat ini didominasi oleh perempuan yang memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi keluarga maupun daerah.
"Kalau kita melihat kondisi UMKM saat ini, sekitar 80 hingga 90 persen pelakunya adalah perempuan. Ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki kontribusi yang sangat besar dalam menggerakkan perekonomian, termasuk di Provinsi Jambi," ujarnya saat membuka kegiatan.
Ditambahkannya, UMKM banyak menghadapi tantangan terutama dari kualitas produk yang perlu terus ditingkatkan, tantangan digitalisasi UMKM serta pengelolaan keuangan yang masih sederhana.

Menurut Kakanwil, perkembangan teknologi yang semakin pesat harus menjadi peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar. Karena itu, digitalisasi usaha tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan agar produk UMKM mampu bersaing di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.
Ia menjelaskan, digitalisasi dapat membantu pelaku UMKM memasarkan produknya lebih luas melalui berbagai platform digital dan marketplace. Namun demikian, keberhasilan pemasaran tetap ditentukan oleh kualitas produk yang ditawarkan.

"Selama produknya bagus, berkualitas, menarik, dan memang dibutuhkan masyarakat, saya yakin produk tersebut akan memiliki pasar yang luas. Digitalisasi menjadi alat untuk mempercepat akses pasar," katanya.
Selain digitalisasi, Kakanwil Tunas Agung Jiwa Brata menilai penguatan branding juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk UMKM. Menurutnya, sebuah merek atau nama produk merupakan identitas pertama yang akan diingat konsumen sehingga perlu dirancang secara matang.

"Branding bukan sekadar memberi nama produk. Nama adalah identitas yang melekat di benak konsumen dan menjadi kesan pertama terhadap kualitas sebuah produk. Karena itu branding harus dibangun dengan baik," jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan UMKM saat ini tidak hanya berkaitan dengan pemasaran, tetapi juga pengelolaan keuangan usaha yang masih sederhana. Pelaku UMKM didorong untuk mulai memisahkan keuangan usaha dan keuangan pribadi agar perkembangan usahanya dapat terukur.
| Baca juga: Ide Bisnis Rumahan |
"Pelaku UMKM harus mulai disiplin memisahkan modal, laba, biaya operasional, kebutuhan pribadi, hingga dana yang akan digunakan untuk pengembangan usaha. Pengelolaan keuangan yang baik akan menjadi fondasi agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tunas Agung mengapresiasi semangat para UMKM binaan yang dinilai terus menghadirkan inovasi produk. Beragam produk makanan dan kerajinan yang dipamerkan dalam kegiatan Bimtek tersebut menunjukkan kreativitas pelaku UMKM Jambi semakin berkembang.
"Produk-produk yang ditampilkan sangat variatif dan inovatif. Ini menjadi modal yang baik untuk meningkatkan daya saing UMKM ke depan. Tinggal bagaimana kualitasnya terus ditingkatkan dan dipasarkan secara lebih luas melalui teknologi digital," katanya.

Saat ini Kanwil DJPb Provinsi Jambi membina sekitar 90 UMKM. Sebagian di antaranya mengikuti kegiatan bimtek yang difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi informasi, memperkuat strategi pemasaran, serta membangun branding produk.
Menurut Kakanwil Tunas Agung Jiwa Brata, keterlibatan Kanwil DJPb dalam pembinaan UMKM merupakan bagian dari upaya Kementerian Keuangan mendukung penguatan ekonomi nasional melalui pemberdayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.
"Kami berharap melalui kegiatan ini UMKM di Jambi dapat terus meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan digitalisasi usaha dan branding secara optimal, serta mampu mengelola keuangan dengan lebih baik sehingga dapat naik kelas, lebih mandiri, tangguh, dan memiliki daya saing tinggi," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....