Budaya Instan Generasi Z

  • 03 Jul 2025 11:52 WIB
  •  Jambi

KBRN, Jambi : Generasi Z, yang lahir di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, tumbuh dengan akses instan terhadap informasi, hiburan, dan kebutuhan sehari-hari. Dari makanan cepat saji, layanan pesan antar, hingga konten-konten yang tersedia dalam genggaman dan bisa dinikmati dalam hitungan detik. Fenomena ini membentuk pola pikir dan kebiasaan baru di kalangan Gen Z, yang dikenal lebih menyukai proses yang cepat dan instan.

Menurut Kartini, di Aurduri, "Siswa sekarang pintar-pintar, tapi mudah kehilangan fokus. Mereka ingin hasil cepat tanpa mau repot. Kalau tidak langsung berhasil, mereka cepat bosan dan menyerah." Hal ini menunjukkan adanya penurunan dalam ketekunan, yakni kemampuan untuk bertahan dalam proses panjang dan berulang demi mencapai tujuan.

Tak hanya itu, daya tahan mental (resiliensi) juga menjadi isu penting. Ketika terbiasa dengan kepuasan instan, banyak anak muda merasa kesulitan ketika menghadapi tekanan, kegagalan, atau tantangan yang tidak bisa diatasi dengan cepat.

Rudi, warga Sengeti, mengungkapkan, "Banyak anak sekarang gampang putus asa. Baru gagal sedikit, langsung down. Padahal dulu, kami terbiasa menunggu dan bekerja keras untuk sesuatu."

Meski begitu, tidak semua Gen Z larut dalam budaya instan.

Ramlan, di Tunas Mudo, menyadari bahwa kemudahan teknologi harus diimbangi dengan mental tahan banting. "Kalau semua serba instan, nanti waktu menghadapi kesulitan nyata, kita bisa kewalahan karena tak terbiasa berjuang," ujarnya.

Budaya instan memang memberi banyak kemudahan, tetapi juga membawa tantangan besar terhadap pembentukan karakter. Untuk membangun generasi yang tangguh dan siap menghadapi kenyataan hidup, kesabaran, ketekunan, dan daya tahan tetap harus dilatih meskipun di era serba cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....