Patrick Kluivert: Sang Striker Elegan dari Belanda

  • 07 Jan 2025 19:01 WIB
  •  Jambi

KBRN, Jambi: Perjalanan indah Shin Tae-yong bersama tim nasional senior Indonesia harus berakhir sebelum kontrak selesai. Terlepas dari pro dan kontra serta intrik pemecatan pelatih asal Korea Selatan ini, sejatinya fans Timnas menantikan siapa sukseror Shin Tae-yong. Isu yang tengah berkembang saat ini adalah beberapa nama pelatih asal negeri kincir angin. Sesuai dengan clue yang disebutkan oleh ketua umum PSSI, Erick Thohir bahwa pelatih baru tim nasional senior berasal dari Belanda. Namun beberapa jam terakhir nama Patrick Kluivert adalah nama yang paling mungkin menandatangani kontrak dengan PSSI.

Sebagai pelatih, nama Patrick Kluivert cenderung biasa-biasa saja bahkan cenderung belum begitu terkenal. Kalau ngomongin striker tajam era 90-an dan awal 2000-an, nama Patrick Kluivert pasti masuk daftar. Pemain asal Belanda ini dikenal dengan gaya bermainnya yang elegan, penyelesaian akhir yang klinis, dan kemampuan memimpin lini depan dengan penuh percaya diri. Dengan tinggi 1,88 meter, Kluivert punya postur ideal sebagai penyerang, tapi bukan cuma fisik yang jadi andalannya—visi bermain dan tekniknya juga luar biasa.

Karier Kluivert melejit saat masih muda di Ajax Amsterdam. Siapa yang bisa lupa gol kemenangan yang dicetaknya di final Liga Champions 1995 saat Ajax mengalahkan AC Milan? Masih berusia 18 tahun saat itu, Kluivert menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar wonderkid biasa, tapi calon legenda. Setelah sukses di Ajax, dia sempat mencicipi Serie A bersama AC Milan sebelum akhirnya menemukan performa terbaiknya di Barcelona.

Di Barcelona, Kluivert menjadi andalan lini depan selama enam musim, berduet dengan pemain-pemain hebat seperti Rivaldo dan Luis Enrique. Dengan koleksi lebih dari 120 gol untuk klub Catalan ini, dia membuktikan dirinya sebagai salah satu striker terbaik di Eropa. Sayangnya, meskipun punya karier klub yang cemerlang, perjalanan internasionalnya bersama timnas Belanda tak selalu berjalan mulus. Meski membawa Belanda ke semifinal Piala Dunia 1998 dan mencetak banyak gol penting, tim Oranje sering kali gagal di momen-momen krusial.

Setelah meninggalkan Barcelona, Kluivert sempat bermain di beberapa klub Eropa seperti Newcastle United, Valencia, PSV Eindhoven, dan Lille. Namun, cedera dan usia mulai membatasi performanya, hingga akhirnya dia memutuskan gantung sepatu pada 2008. Setelah pensiun, Kluivert beralih ke dunia kepelatihan dan sempat menjadi bagian dari staf pelatih timnas Belanda serta beberapa klub.

Patrick Kluivert mungkin bukan striker dengan trofi terbanyak, tapi warisannya di dunia sepak bola tetap dikenang. Gayanya yang khas, kombinasi kekuatan dan tekniknya, serta momen-momen ajaibnya di lapangan membuatnya tetap dihormati oleh para penggemar bola. Bagi banyak orang, dia adalah simbol dari generasi emas sepak bola Belanda yang penuh bakat dan gaya. Namun sebagai pelatih, khususnya untuk timnas Indonesia yang saat ini sedang berjuang untuk lolos ke Piala Dunia 2026 tentu akan menjadi hal yang menarik untuk diikuti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....