Daun Untuk Asam Lambung Tinggi dan Cara Menggunakannya
- 26 Mar 2024 22:06 WIB
- Jambi
KBRN,Sungai Penuh : Asam lambung tinggi terjadi ketika katup atau otot kerongkongan bagian bawah melemah, sehingga asam lambung dan makanan yang sudah dikonsumsi naik ke kerongkongan. Meski umumnya bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup dan perilaku, pengobatan tetap diperlukan untuk meredakan gejala asam lambung.
Salah satu pengobatan yang dapat digunakan untuk meredakan gejala asam lambung adalah dengan pengobatan alternatif seperti daun untuk asam lambung tinggi. Berbagai jenis daun tersebut bisa diolah menjadi teh, jus, atau dikonsumsi langsung. Jika dilakukan dengan tepat, metode alternatif ini dapat meredakan asam lambung dengan cepat.
Daun untuk asam lambung tinggi mampu menekan kadar asam lambung dalam tubuh. Berikut ini adalah beberapa daun tersebut beserta cara mengolahnya:
1. Daun lidah buaya
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lidah buaya memiliki efek antiradang yang bisa meredakan gejala asam lambung. Tanaman ini memiliki daging yang cukup tebal dengan tekstur berlendir menyerupai gel. Daging yang terdapat di dalam daun lidah buaya inilah yang biasanya digunakan untuk meredakan asam lambung tinggi .
Berikut ini adalah cara mengolah lidah buaya untuk meredakan keluhan asam lambung:
- Kupas daun lidah buaya dan bersihkan dagingnya.
- Masukkan 2 sendok makan daging lidah buaya dan 6 gelas air ke dalam blender, haluskan.
Anda bisa mengonsumsi jus daun untuk asam lambung tinggi sebanyak 1 gelas setiap hari.
2. Daun kemangi
Daun kemangi juga bisa dijadikan sebagai daun untuk asam lambung tinggi. Manfaat ini diperoleh dari kandungan antioksidan dan serat di dalamnya yang mampu menurunkan kadar asam lambung, serta meningkatkan produksi lapisan lendir yang melindungi dinding lambung.
Untuk mengatasi asam lambung yang tinggi, Anda membuat teh kemangi dengan cara merebus 2-3 lembar daun ini. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi daun kemangi langsung sebagai lalapan.
3. Daun pepaya
Daun untuk asam lambung tinggi yang bisa digunakan selanjutnya adalah daun pepaya. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ekstrak daun pepaya mengandung enzim papain yang mampu menetralkan asam lambung dan meredakan peradangan.
Namun, dosis pasti penggunaan ekstrak daun pepaya untuk menurunkan asam lambung masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Meskipun demikian, Anda bisa mengonsumsi ekstrak daun pepaya asalkan tidak berlebihan tidak lebih dari 5 hari.
4. Daun mint
Daun mint juga dapat meredakan keluhan di saluran pencernaan, termasuk asam lambung tinggi. Daun ini memiliki kandungan serat yang mampu meningkatkan kinerja organ pencernaan.
Daun untuk asam lambung tinggi ini bisa diolah dalam bentuk teh. Caranya, rebus 1 genggam daun mint dengan 2 gelas air selama 5 menit. Lalu, saring air rebusan dan tuang ke dalam cangkir. Anda bisa mengonsumsi teh daun mint sebanyak 2 kali sehari.
5. Daun sirih
Daun yang sudah sejak lama digunakan dalam pengobatan tradisional ini juga terbukti efektif mengurangi keluhan asam lambung. Pasalnya, tanaman herbal ini mengandung antioksidan yang bisa meningkatkan produksi lendir di lambung, sehingga mencegah munculnya luka pada dinding usus dan lambung.
6. Daun kelor
Daun kelor sering kali digunakan sebagai obat herbal dalam mengobati gejala asam lambung tinggi. Daun untuk asam lambung tinggi ini mengandung antioksidan dan antiradang yang dapat melindungi dinding lambung dan meredakan peradangan.
Dalam meredakan asam lambung, Anda bisa menyajikan daun kelor sebagai teh. Caranya, masukkan 2 sendok teh daun kelor ke dalam teko. Lalu, tuangkan air panas dan diamkan selama 5 menit. Setelah itu, saring rebusan air daun kelor dan tuangkan ke dalam cangkir.
Agar lebih aman, pastikan Anda hanya mengonsumsi teh ini sekitar 70 gram atau setara dengan 10 sendok teh per harinya. Jika dikonsumsi secara berlebihan, daun kelor bisa menimbulkan beberapa efek samping berupa sakit perut, muntah, mual, dan kontraksi rahim atau keguguran pada ibu hamil.
Meski begitu, perlu diingat bahwa penggunaan daun untuk asam lambung tinggi sebaiknya tidak dijadikan sebagai satu-satunya terapi dan menjadi pengganti obat dalam mengobati gejala asam lambung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....