Dampak Kerusakan Hutan dan Hilangnya Kawasan Resapan

  • 26 Mar 2024 11:09 WIB
  •  Jambi

KBRN,Sungai Penuh: Banjir bandang merendam berbagai Desa yang ada di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Januari lalu diakibatkan karena setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut beberapa waktu. Terjadilah banjir bandang mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan serta infrastruktur jalan, dan menimbulkan korban jiwa meninggal dunia maupun warga yang mengungsi.

Kepala KPHP Unit Kerinci Neneng Susanti mengatakan bahwa salah satu faktor penyebab terjadinya banjir adalah hilangnya kawasan resapan di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Ini terjadi karena alih fungsi kawasan hutan menjadi lahan pertanian maupun permukiman.

“Salah satu faktornya di banjir Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci itu adalah semakin hilangnya kawasan resapan itu sendiri. Jadi catatan bagi Pemerintah dari analisa ribuan hektare kawasan hutan di TNKS dan hutan adat banyak yang sudah mengalami kerusakan, baik akibat pembukaan kawasan hutan untuk ladang, tegalan, permukiman sampai ke wisata," kata Neneng.

Dirinya menyoroti penataan ruang yang tidak mempertimbangkan kelestarian kawasan-kawasan yang penting secara ekologis, seperti hulu, pegunungan dan hutan, berpotensi menimbulkan bencana di kawasan yang rentan terhadap perubahan bentang kawasan.

Alih fungsi lahan hutan menjadi kawasan perladangan, mengakibatkan tekstur tanah menjadi tidak kuat terhadap gempuran hujan. Kondisi ini menurut Neneng ditunjang adanya penerapan program perhutanan sosial oleh pemerintah sejak 2016, yang memungkinkan masyarakat mengelola hutan untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Keseriusan pemerintah untuk melakukan rehabilitasi hutan itu masih pada taraf kulitnya saja, tetapi di lapangan saya kira masih setengah-setengah," kata Neneng.

Neneng mengatakan perubahan secara masif di kawasan hulu menjadi penyebab banjir bandang, kawasan puncak gunung yang gundul diperkirakan menjadi penyebab utama bencana ini, karena tidak ada lagi kawasan yang menjadi resapan air saat hujan.

Selain itu, erosi yang terjadi beberapa tahun sebelumnya mengakibatkan pendangkalan di jalur-jalur aliran air. Bencana seperti banjir bandang ini harus segera diantisipasi terhadap munculnya hujan susulan yang lebih besar, untuk mencegah kerusakan maupun jatuhnya korban yang lebih besar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....