Sebab Terjadinya Kekufuran

  • 10 Jan 2024 12:15 WIB
  •  Jambi

KBRN, Jambi : Arti kufur menurut Islam merupakan istilah yang memiliki makna yang mendalam dan luas. Asal kata "kufur" berasal dari bahasa Arab "kafara" yang memiliki arti menutupi sesuatu, menyembunyikan kebaikan yang telah diterima, atau bahkan tidak berterima kasih atas nikmat yang diberikan. Arti kata kufur juga berasal dari akar kata "kafara," yang berarti ingkar atau menolak.


Orang dapat menjadi kufur disebabkan oleh sejumlah hal. Salah satu contoh kufur adalah menginjak-injak Al-Qur'an dengan sengaja dengan maksud menghinakannya.

Sebelum sampai pemahaman mengenai faktor penyebab orang menjadi kufur, kita harus terlebih dahulu mengenal apa itu kufur.


Prof Quraish Shihab dalam kitab Tafsir al-Mishbah menjelaskan, Al-Qur'an menggunakan istilah kufur untuk berbagai makna.


Hal ini di jelaskan Ustadz Syafrizal, SHI. (Penyuluh Agama Islam Kota Jambi) saat mengisi dialog interaktif Mutiara Pagi di RRI Programa 1 Jambi, Rabu (10/01/24). Sementara ulama menguraikan lima macam kekufuran, yakni apa yang mereka namakan kufur juhud yang terdiri dari dua macam.


Pertama, mereka yang tidak mengakui wujud Allah swt, sedangkan yang kedua adalah mereka yang mengetahui kebenarannya tapi menolaknya antara lain karena iri hati kepada pembawa kebenaran itu.


Yang ketiga kufur nikmat yakni tidak mensyukuri nikmat Allah swt. Sedangkan kufur yang keempat adalah kufur dengan meninggalkan atau tidak mengerjakan tuntunan agama kendati tetap percaya. Dan yang kelima kufur bara'ah, yakni tidak merestui dan berlepas diri.


Menurut Prof Quraish, kekufuran dapat terjadi antara lain karena ketidaktahuan atau pengingkaran terhadap wujud Allah swt. Atau dapat juga disebabkan karena melakukan suatu tindakan, ucapan, atau perbuatan yang disepakati oleh ulama berdasarkan firman Allah SWT dan hadis-hadis bahwa tindakan tersebut identik dengan kekufuran.


Contohnya seperti menginjak-injak Al-Qur'an, sujud kepada berhala, dan lainnya. Sementara ulama mendefinisikan kekufuran dengan "pelanggaran khusus terhadap kesucian Allah SWT, akibat ketidaktahuan tentang Allah dan sifatNya, atau akibat kedurhakaan kepadaNya".


Syafrizal juga mengatakan, Kufur nikmat dapat terjadi pada siapa saja, bahkan orang yang beriman sekalipun. Hal ini bisa terjadi ketika seseorang meremehkan dan tidak menyadari betapa besar nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya. Oleh karena itu, sebagai seorang Muslim, penting untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah dan tidak mengabaikan atau mengingkari anugerah-anugerahNya, jelasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....