Istidraj Dalam Islam

  • 10 Nov 2023 17:40 WIB
  •  Jambi

KBRN, Jambi : Istidraj adalah pembiaran kenikmatan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya yang durhaka sebagai ujian atau hukuman.
Istidraj merupakan ujian yang menakutkan karena yang bersangkutan tidak merasa jika dirinya tengah diuji oleh Allah di dunia.

Hal ini dijelaskan (Penyuluh Agama Islam Kota Jambi) Ustadz Syafrizal, SHI saat mengisi Dialog Mutiara Pagi di RRI Programa 1 Jambi, Jum'at (10/11/23). Istidraj adalah istilah dari bahasa Arab yaitu daraja yang artinya naik satu tingkatan ke tingkatan selanjutnya.

Istidraj bisa juga disebut sebagai 'hukuman' yang diberikan sedikit demi sedikit dan tidak secara langsung.

Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istridraj adalah hal atau keadaan luar biasa yang diberikan Allah SWT kepada orang kafir sebagai ujian sehingga mereka takabur dan lupa diri kepada TuhanNya, seperti Firaun dan Karun.

Istidraj diartikan sebagai jebakan kenikmatan yang diberikan kepada seseorang yang jarang beribadah dan sering melakukan maksiat tetapi hidupnya terus dilimpahi kenikmatan.

Contoh istidraj dapat berupa berbagai bentuk kenikmatan dunia, seperti harta, kesehatan, kekuasaan, dan kedudukan. Kenikmatan tersebut sering membuat manusia terlena dan lupa bahwa semuanya adalah titipan Allah SWT.

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al 'Araf: 182-183

Artinya: "Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku akan memberikan tenggang waktu kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh".

Syafrizal mengatakan, banyak orang yang terjebak dalam istidraj karena merasa kenikmatan yang didapatkan adalah anugerah. Padahal, kenikmatan tersebut adalah ujian yang harus dihadapi.

Istidraj sering kali membuat manusia terlena dan lupa kepada Allah SWT, bahkan merasa tidak membutuhkanNya lagi.

Rasulullah SAW pun bersabda mengenai peringatan istidraj yang harus diwaspadai oleh umat Islam, yaitu :

"Apabila Engkau melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah".

Dan semoga kita dijauhkan dari istidraj dan senantiasa diampuni segala dosanya oleh Allah SWT.
Jangan lupa juga untuk perbanyak ibadah dan mengingat Allah serta bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....