Mengenal Batik Kerinci Yang Khas Dengan Motif Aksara Incung

  • 02 Okt 2023 12:53 WIB
  •  Jambi

KBRN, Sungai Penuh: Di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, batik Kerinci kini mulai banyak diproduksi karena permintaan cukup besar. Salah satu yang paling kondang saat ini adalah batik dengan motif tulisan Incung, yakni aksara kuno Kerinci.

Tentu saja masih ada motif lain yang menunjukkan kekhasan budaya dan alam Kerinci. Namun, pada batik produksi Erni Yusnita, pemilik rumah produksi Batik Incung, selalu disertakan aksara Incung disamping motif utama.

Erni sengaja menerakan Incung pada karyanya karena ingin menjaga kekayaan budaya incung itu sendiri.

Makna tulisan Incung di situ sesuai dengan motif. Misalnya pada motif batik bunga kopi, maka ada tulisan Incung berbunyi bunga kopi, begitu juga pada motif yang lainnya, Akasa Incung-nya saya percantik, tanpa mengubah makna.” Kata Erni, Senin (02/10/2023).

Tiap bulan rumah batiknya memproduksi sekitar 100-200 kain batik cap dengan motif aksara Incung. Ia menciptakan sendiri pola motifnya berdasar kekayaan budaya Kerinci.

Simbol-simbol budaya yang ia adopsi untuk batik, antara lain, keris, carano (tempat sirih), rumah larik, jangki, bendera Karamentang. Juga ia menyerap motif dari tumbuh-tumbuhan, seperti bunga teratai, bunga kopi, kantung semar, keluk paku dan pucuk rebung.

“Karakter pembeli masyarakat ini adalah tidak ingin mengenakan batik dengan motif dan warna sama yang dipakai orang lain. Jadi saya harus rajin membuat motif baru.” tambahnya.

Erni menyebutkan, untuk selembar kain batik itu dijual dengan harga beragam, tergantung pengerjaannya. Satu set kain batik dengan selendang lebar untuk tengkuluk (selendang penutup kepala khas Kerinci) dijual antara Rp300 ribu hingga Rp1 juta.

Untuk kain berukuran 2 meter x 115 cm dengan pewarnaan sintetis, harganya Rp150-300 ribu. Sedangkan batik dengan pewarnaan alam harganya berkisar Rp300-700 ribu perlembar.

“Batik tulis dengan pewarnaan alamlah yang lebih banyak dibeli turis asing. Kalau orang kita lebih suka yang warnanya cerah,” tutupnya.

Pada moment Hari Batik Nasional ini, Erni berharap, usaha pengembangan batik yang dijalani akan semakin maju dan di kenal oleh masyarakat luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....