Bahaya Tidak Bisa Membaca Al-Qur'an

  • 05 Sep 2023 08:11 WIB
  •  Jambi

KBRN, Jambi : Melupakan Al-Qur'an (nisyanul Qur'an) sama artinya enggan menjauhkan diri dari manfaatnya, dan bahkan melecehkan kedudukannya. Orang –orang yang melupakan atau mengabaikan Al-Qur'an (kitab-kitab Allah) di dunia maka Allah juga akan mengabaikan dirinya baik di dunia terlebih lagi di akhirat kelak. Ini dapat kita lihat pada firman Allah pada surat Taha ayat 126 yang artinya “Dia (Allah) berfirman: ‘Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan”.

Hal ini diungkapkan Ustadz Rajo Bungsu, S. Pd. I. M.Pd. I (Penyuluh Agama Islam Kota Jambi), saat mengisi Dialog Interaktif Mutiara Pagi di Rri Programa 1 Jambi, Selasa (05/09/23). Ustadz bungsu menyampaikan, mengabaikan Al-Qur'an akan mengundang berbagai macam bahaya dalam kehidupan manusia sebagai mana disebutkan dalam berbagai ayat Al-Qur'an yang diantaranya sebagai berikut:

1. Kesesatan yang nyata (dhalalum mubin)

Al-Qur'an adalah petunjuk hidup yang mencerahkan kehidupan manusia. Barang siapa yang tidak mengambilnya sebagai petunjuk hidup berarti ia telah memilih petunjuk lain yang menyesatkan, karena petunjuk Al-Qur'an lah sebenar-benarnya petunjuk dalam kehidupan ini.

2. Kesempitan dan kesesakkan (dhayyiqun harajun)

Orang-orang yang tidak mendapatkan petunjuk dari sang pembuat atau pencipta dirinya, maka ia akan merasakan dada yang sempit bak terhimpit seakan-akan naik langit yang hampa.

3. Kehidupan yang sempit (ma’isyatun dhankun)

Karena tidak mengikuti petunjuk Allah yang telah menciptakannya, maka kehidupan manusia akan dipenuhi masalah yang seolah-olah tanpa solusi.

4. Kebutaan mata hati (umyul bashirah)

Orang yang menutup mata (buta ) terhadap Al-Qur'an bukan karena matanya yang buta, melainkan karena hatinyalah yang gelap tidak bisa melihat petunjuk Al-Qur'an.

5. Kekerasan hati (qashwatul qulub)

Hati yang lalai dari Al-Qur'an akan menjadikannya tidak bisa tersentuh Al-Qur'an. Jika demikian berarti hatinya sudah mengeras, bahkan bisa lebih keras dari pada batu sekalipun.

6. Kezhaliman dan kehinaan ( zhulmun wa dzullun)

Melupakan Al-Qur'an berarti meninggalkan hal yang bermanfaat dan menggantinya dengan kesesatan. Padahal itu merupakan tindakkan kezhaliman terhadap diri dan orang lain, yang akhirnya akan menghinakan diri di mata Allah dan manusia.

7. Menjadi temannya syaithan (shuhbatusy syaithan)

Orang-orang yang meninggalkan kitab suci Tuhannya, sangat disenangi oleh syaithan. Maka orang-orang yang demikian akan menjadi teman yang loyal kepadanya.

8. Menjadi lupa diri (an nisyan)

Melupakan Al-Qur'an sama dengan melupakan diri sendiri, ia akan menelantarkan dirinya dalam jurang kelalaian dan ketersesatan.

9. Menjadi pendosa (al fusuq)

Jika telah melupakan Al-Qur'an, ia tidak akan mendapat hidayah, akhirnya terjerumus pada perbuatan dosa.

10. Menjadi munafik ‘ular berkepala dua’ (an nifaq)

Bungsu juga mengatakan, melupakan Al-Qur'an kadang tidak berarti tidak tahu kebenaran, karena unsur kekufuran seseorang menepis kebenaran itu dan lebih suka mencari keuntungan nafsunya, di lain waktu ia berpura-pura membela kebenaran untuk mencari keuntungan nafsu pula.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....