Penerapan Pengumpul Sampah di Kota Jambi Partisipasi Warga Masih Jadi Tantangan
- 07 Okt 2026 07:05 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID, Jambi - Pelaksanaan Operasional Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) di Kota Jambi masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal keikutsertaan masyarakat. Salah satu kendala yang muncul berkaitan dengan iuran yang dinilai masih cukup membebani sebagian warga. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya menjaga keberlanjutan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang diterapkan di sejumlah wilayah Kota Jambi.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah terus dilakukan. Pemilahan diharapkan tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Hasil pemilahan sampah yang memiliki nilai jual dapat dimanfaatkan untuk membantu meringankan beban iuran sekaligus mendukung keberlangsungan operasional OPBM.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Mahruzar, mengatakan dari sisi armada tidak terdapat kendala dalam mendukung pelaksanaan OPBM. Menurutnya, penerapan sistem tersebut justru memberikan efisiensi dalam proses pengangkutan sampah karena armada tidak lagi harus mengambil sampah dari tempat pembuangan sementara (TPS) secara berulang. "Dari sisi armada tidak ada kendala. Dengan OPBM ini, armada cukup mengangkut sampah dari depo kemudian langsung dibawa ke TPA sehingga lebih efisien," tutur Mahruzar, Selasa, 6 Oktober 2026.
Efisiensi dalam pola pengangkutan tersebut turut berdampak pada optimalisasi penggunaan armada DLH. Sebanyak empat armada yang sebelumnya digunakan untuk pengangkutan sampah kini dapat dialihkan untuk menangani kebersihan parit di sejumlah ruas jalan di Kota Jambi. Pengalihan tersebut memungkinkan DLH memperluas cakupan pelayanan kebersihan tanpa harus menambah jumlah armada yang tersedia.
Penerapan OPBM dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan perubahan pola pengumpulan dan pengangkutan sampah, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya. Di tengah tantangan keikutsertaan dan persoalan iuran, penguatan edukasi serta pemilahan sampah menjadi bagian penting agar sistem tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan. Sementara dari sisi pemerintah, efisiensi pengangkutan memberikan ruang bagi optimalisasi armada untuk menangani persoalan kebersihan lain, termasuk kebersihan parit dan lingkungan di berbagai wilayah Kota Jambi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....