Udara Jambi Berbahaya, Warga Keluhkan Sesak Napas dan Mata Perih

  • 07 Okt 2026 07:25 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID, Jambi - Kualitas udara di Kota Jambi mengalami penurunan drastis hingga berada pada level mengkhawatirkan. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Senin 5 Oktober 2026 pagi, tingkat polusi tercatat menembus angka 389 atau masuk dalam kategori berbahaya bagi kesehatan.

Tingginya konsentrasi polutan tersebut mulai berdampak langsung terhadap aktivitas warga, khususnya para pekerja yang menggantungkan hidupnya di luar ruangan. Sejumlah warga mengaku mulai mengalami gangguan kesehatan seperti sesar napas dan iritasi mata akibat pekatnya kabut.

Alex, seorang pengemudi ojek pangkalan di kawasan Kantor Wali Kota Jambi, merasakan betul betapa beratnya beraktivitas di tengah kepungan polusi udara hari ini. Ia mengeluhkan pandangannya terganggu akibat iritasi yang membuat matanya terasa pedih.

"Mata perih sekali, susah untuk bawak motor," katanya saat ditemui, Senin, 5 Oktober 2026.

Selain pedih di mata, Alex juga mulai merasakan gangguan pernapasan. Kendati demikian, ia terpaksa mengabaikan risiko kesehatan tersebut demi mencari nafkah demi keluarganya di rumah.

"Maunya di rumah tapi resikonya dapur tidak berasap," tuturnya seraya menyebut belum berobat ke fasilitas kesehatan karena terkendala biaya dan tidak memiliki jaminan BPJS.

Keluhan serupa turut dirasakan oleh Aldi, seorang warga setempat yang tetap harus bekerja di lapangan. Meski telah berupaya melindungi diri dengan mengenakan masker standar KN95, ia tetap saja merasakan sesak di dadanya.

"Aku sudah pakai masker yang direkomendasikan, tapi tetap aja sesak napas," katanya.

Dampak buruk pencemaran udara ini ternyata tidak hanya menyerang pekerja lapangan. Rizal, warga yang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah, mengaku turut merasakan sesak akibat polusi yang kian pekat merembes ke lingkungan tempat tinggalnya.

"Katanya asap sudah terlalu parah ni, padahal selalu pakai masker dan di dalam rumah tapi masih sesak napas," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....