Harga Cabai Naik, NTP Petani Jambi Ikut Terdorong

  • 02 Okt 2026 09:26 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Kenaikan harga cabai merah di Provinsi Jambi memberikan dampak ganda. Di satu sisi, kenaikan harga meningkatkan indeks harga yang diterima petani cabai. Namun di sisi lain, komoditas tersebut menjadi penyumbang terbesar inflasi Jambi pada September 2026.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengatakan kondisi tersebut menggambarkan adanya hubungan erat antara harga di tingkat petani dengan perkembangan inflasi di tingkat konsumen.

“Misalnya harga cabai naik, berarti bisa menambah nilai indeks yang diterima petani jadi bertambah. Tetapi harga ini menyebabkan inflasi,” tutur Aidil.

BPS mencatat cabai merah memberikan andil sebesar 0,30 persen terhadap inflasi bulanan Jambi pada September 2026. Sementara inflasi bulanan secara keseluruhan tercatat 0,19 persen.

Aidil mengatakan kenaikan harga di tingkat petani menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya indeks harga yang diterima petani. Kondisi tersebut turut menopang peningkatan NTP Jambi yang saat ini mencapai 196,13.

Namun, menurut Aidil, keseimbangan antara kepentingan petani dan konsumen tetap menjadi hal penting dalam menjaga stabilitas harga pangan. “Ini yang harus seimbang sebenarnya. Petaninya tidak dirugikan, yang beli juga tidak dirugikan,” katanya.

Ia menjelaskan, kenaikan NTP tidak berarti seluruh petani di Jambi mengalami kondisi yang sama. Perbedaan kondisi terlihat berdasarkan subsektor pertanian. Subsektor hortikultura dan perkebunan tercatat memiliki NTP relatif tinggi, sedangkan sejumlah subsektor lain masih berada di bawah angka tersebut.

Dengan demikian, perkembangan harga komoditas pangan perlu dilihat dari dua sisi, yakni dampaknya terhadap pendapatan petani dan pengaruhnya terhadap daya beli masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....