Nilai Tukar Petani Jambi Capai 196,13, Masuk Tiga Besar di Sumatera

  • 02 Okt 2026 09:19 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi terus menunjukkan peningkatan. Hingga September 2026, NTP Jambi tercatat mencapai 196,13 dan berada di jajaran teratas dibandingkan provinsi lain di Sumatera.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengatakan NTP Jambi menunjukkan tren peningkatan sejak Januari 2024 hingga saat ini.

“Kalau NTP kita mulai dari Januari 2024 hingga saat ini terus naik. Dan kita harus mengakui bahwasannya saat ini NTP kita sudah berada di urutan ketiga se-Sumatra,” kata Aidil dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS Jambi, Kamis 1 Oktober 2026.

Menurut Aidil, peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani tumbuh lebih tinggi dibandingkan indeks yang harus dibayarkan petani. Komoditas yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan indeks harga yang diterima petani antara lain karet, kelapa sawit dan cabai merah.

Khusus cabai merah, Aidil menyebut kenaikan harga tidak hanya terjadi di tingkat distributor atau konsumen. Harga di tingkat petani juga mengalami peningkatan. “Hal ini menyatakan bahwa harga cabai itu mulai dari tingkat petani sudah mengalami kenaikan. Jadi bukan distributor sebenarnya,” katanya.

BPS menjadikan NTP sebagai salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat kondisi daya tukar petani. Semakin tinggi NTP, semakin besar kemampuan relatif petani dalam memenuhi kebutuhan yang dibayarkan dari pendapatan hasil pertaniannya.

Namun, Aidil mengingatkan angka NTP secara umum tidak serta-merta menggambarkan kondisi seluruh petani di Jambi. Perbedaan terlihat ketika NTP dilihat berdasarkan subsektor. “Kalau kita lihat subsektornya, petani mana, itu akan kelihatan. Jadi tidak semua petani itu NTP-nya bagus,” katanya.

Subsektor perkebunan rakyat dan hortikultura mencatat NTP yang relatif tinggi. Sementara subsektor perikanan masih berada di bawah angka 100.Untuk tanaman pangan, NTP tercatat sekitar 129, sedangkan NTP perkebunan rakyat bahkan mencapai sekitar 220.

Aidil menegaskan, tingginya NTP pada suatu subsektor perlu dilihat bersamaan dengan karakteristik komoditas yang diusahakan petani. Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Provinsi Jambi September 2026 sebesar 200,04 atau naik sebesar 1,44 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....