BPS Jambi Catat Inflasi September 0,19 Persen, Pendorongnya Cabai Merah

  • 01 Okt 2026 15:51 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat inflasi provinsi Jambi pada September 2026 mencapai 0,19 persen. Kepala BPS provinsi Jambi Aidil Adha merinci inflasi bulan ke bulan provinsi Jambi 0,19 persen, infalis tahun ke tahun 2,97 persen dan inflasi tahun kalender 2,32 persen.

"Inflasi tahunan pada september 2026 lebih rendah dibandingkan september 2025, " katanya, dalam rilis berita resmi statistik di Ruang Rapat Kantor BPS provinsi Jambi, Senin, 1 Oktober 2026.
Pihaknya menerangkan kelompok pengeluaran yang memberi andil tinggi antara lain makanan, minuman dan tembakau, diikuti penyediaan makanan minuman/restoran dan perawatan pribadi dan jasa lainnya.
"Komoditas pendorong inflasi m to m yakni cabe merah, beras, daging ayam ras, cabai hijau, kerudung atau jilbab, telpon seluler, sate, cabai rawit, bayam dan udang basah," tuturnya.
Sedangkan untuk Inflasi pendorong y o y meliputi daging ayam ras, emas perhiasan, bensin, nasi dengan lauk, ikan serai, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, jeruk, sigaret kretek mesin dan sate.
Lebih lanjut disampaikan Aidil Adha, Komoditas menahan inflasi m to m meliputi angkuran udara , petai, jeruk, jengkol, kentang, emas perhiasan, terong, telur ayam ras, tomat, ikan gabus.
"Sedangkan Penahan Inflasi y o y meliputi cabai merah, bawang merah, angkutan udara, petai, baju anak stelan, baju kaos tanpa kerah/T-shirt anak, kelapa, jengkol, kentang dan sepatu wanita," katanya.
Aidil menjelaskan, Inflasi cakupan IHK tercatat bahwa kabupaten Kerinci mencapai 0,70 persen, diikuti Bungo 0,43 persen dan kota Jambi 0,01 persen.
"Tingkat inflasi m to m tertinggi terjadi di Kabupaten Kerinci dengan komoditas pendorong inflasi terbesar cabai merah," katanya.
Sebelumnya, Aidil menjelaskan beberapa fenomena perkembangan harga yang diamati selama September, yakni adanya kenaikan harga cabai merah, yang dipicu adanya cuaca ekstrem dan kemarau panjang sehingga menyebabkan produksi cabai merah menurun, diikuti kenaikan harga beras, kenaikan tarif angkutan udara dan kenaikan harga daging ayam ras.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....