DJPb Jambi Dorong Percepatan MBG dan Penguatan Rantai Pasok

  • 01 Okt 2026 03:54 WIB
  •  Jambi

RRI.CO.ID,Jambi - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jambi masih perlu didorong. Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jambi, Adnan Wimbyarto, menyebut capaian program tersebut baru sekitar 50 persen berdasarkan paparan dalam Diseminasi Kajian Fiskal Regional (FKR) Provinsi Jambi Triwulan II 2026.

“MBG sudah sekitar 50 persen. Nah, ini harus kita dorong lagi dan supply chain-nya harusnya berjalan,” kata Adnan, Rabu 30 September 2026.

Menurutnya, percepatan pelaksanaan MBG tidak hanya menyangkut penambahan cakupan penerima manfaat, tetapi juga kesiapan rantai pasok dari pemasok bahan pangan hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

DJPb Jambi, kata Adnan, terus memantau agar pelaksanaan program berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Penerima manfaat juga harus benar-benar sesuai dengan kelompok sasaran yang telah ditetapkan.

“Kita masih pantau supaya berjalan dengan bagus, tepat sasaran, penerima manfaatnya juga benar-benar sampai ke sasaran,” tuturnya.

Ia mengatakan keberhasilan program tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas generasi muda sebagai bagian dari target pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Untuk mendukung kelancaran administrasi dan pertanggungjawaban keuangan SPPG, Kanwil DJPb Jambi juga menyiapkan aplikasi bernama Aksis.

Aplikasi tersebut mulai diperkenalkan kepada pengelola SPPG sejak 1 September 2026. Adnan menjelaskan aplikasi tersebut ditujukan untuk mempercepat proses pertanggungjawaban keuangan sehingga keterlambatan administrasi yang dapat menghambat proses pencairan maupun operasional dapat diminimalkan.

“Kita akan mencoba masuk ke sana, mempercepat sehingga dia akan gampang,” katanya.

Adnan mengatakan pengelolaan keuangan juga akan dipisahkan berdasarkan jenis belanja, antara lain belanja operasional dan belanja gaji. Selain aplikasi, pihaknya juga telah memberikan pembekalan kepada akuntan yang menangani pengelolaan keuangan SPPG.

“Akuntannya sudah kita bekali, dan juga ada aplikasi yang kita siapkan untuk teman-teman di sana,” katanya.

Ia berharap sistem tersebut dapat membuat perencanaan dan pertanggungjawaban berjalan tepat waktu sehingga penyaluran manfaat MBG kepada penerima juga tidak mengalami keterlambatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....